KLUB [CERIA] APOKALIP

KLUB APOKALIP
www.klub.apokalip.com

Klub Apokalip merupakan media interaksi berbasis internet yang dikelola oleh Apokalip webzine. Ini forum untuk menjalin komunikasi yang lebih akrab di antara redaksi, kontributor, teman, sahabat, dan pengunjung setia Apokalip.com. Semacam channel bebas buat semua mahluk hidup yang punya passion terhadap aktifitas Apokalip dan dunia musik, kultur, gaya hidup, olahraga, sains, tehnologi, atau apapun juga. Bicara apa saja, bebas. Di sini akan penuh kejutan dan perbincangan. Gabung sekarang juga!
APOKALIP STRONG MERCHANDISE

APOKALIP STRONG MERCHANDISE
www.strongmerch.apokalip.com

Apokalip Strong Merch adalah lisensi resmi untuk setiap produk merchandise yang dirilis oleh Apokalip dan pihak rekanannya. Sebagian memang dijual dan beredar di pasaran, tetapi ada juga tidak beredar secara bebas. Di halaman ini akan ditampilkan setiap produk lengkap dengan deskripsi serta segala kisah di balik karya desain, proses produksi, dan nilai-nilai yang ada. Yah, merchandise Apokalip memang selalu unik, konseptual, dan eksklusif. Stay strong & wrong. Always dangerous & gorgeous!...
RELOADYOURSTEREO - Apokalip Online Music Share

RELOADYOURSTEREO
www.rys.apokalip.com

ReloadYourStereo merupakan sebuah projekt dari Apokalip.com untuk merilis album rekaman secara digital serta disebarkan secara cuma-cuma [free-download] melalui jaringan internet untuk kepentingan promosi dan dokumentasi karya musik. Slogan kami adalah Global Music Revelation, dengan kata kunci ; internet, digital, mp3, free download, creative-common license, full lyrics & artworks, file-sharing, usb flashdisk, nero express, and burn it down.
 

Apokalip Projekt    



Sebuah kolom dari beberapa penulis tentang scene dan kehidupan. Bisa jadi esai, opini atau scene report. Terkadang sangat personal dan sektoral. Mungkin rada politis atau provokatif. Atau bisa jadi malah historik dan inspiratif. Hidup adalah wacana, setiap orang tentu berbeda...

BEDAH LIRIK ; SURGA DI BAWAH TELAPAK KAKI ANJING
9 Mei 2009
 Kategori: Esai & Opini
 Ukuran Font: Kecil , Sedang , Besar

Melihat banyaknya respon dari berbagai pihak, dan sepertinya ada celah untuk terperosok lebih dalam ke arah pemahaman yang buta akan lirik dari lagu "Surga Di Bawah Telapak Kaki Anjing" [Funeral Inception, H.A.T.E]. Saya sebagai penulis lirik lagu tersebut, tergerak untuk menceritakan apa sebenarnya maksud dari lirik lagu tersebut, dan ini adalah pertama kalinya dalam hidup saya, saya harus menjelaskan lirik dari lagu yang saya buat. Di sini saya akan mengangkat beberapa kutipan pembahasan tentang hadits yang saya temukan, dan sedikit artikel dari kawan saya, Riki Paramitha. Hmm, let's get it started...

Ada yang mengangkat lirik ini menjadi bahasan di salah satu milis, yang pada intinya mereka yang berdebat dalam milis ini setuju dengan inti lirik ini, tapi ada yang sedikit gusar karena dihubungkan dengan hadis nabi yang berbunyi, "al-jannatu tahta a'damil umahat" artinya surga di bawah telapak kaki ibu.

Berikut kutipan yang saya dapat dari internet :

الجنة تحت أقدام الأمهات ، من شئن أدخلن ، و من شئن أخرجن

"Surga berada di bawah telapak kaum ibu. Barangsiapa dikehendakinya maka dimasukannya, dan barangsiapa dikehendaki maka dikeluarkan darinya."

Hadits ini hadits maudhu' [palsu]. Telah diriwayarkan oleh Ibnu Adi (I/325) dan juga oleh al-Uqaili dalam adh-Dhu'afa dengan sanad dari Musa bin Muhammad bin Atha', dari Abul Malih, dari Maimun, dari Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu'anhu. Kemudian al-Uqaili mengatakan bahwa hadits ini munkar. Bagian pertama dari riwayat tersebut mempunyai sanad lain, namun mayoritas rijal sanadnya majhul.

Dalam masalah ini, saya kira cukupi dengan riwayat yang di keluarkan oleh Imam Nasa'i dan Thabrani dengan sanad hasan, yaitu kisah seseorang yang datang menghadap Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam seraya meminta izin untuk ikut andil berjihad bersama beliau shalallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau bertanya, Adakah engkau masih mempunyai ibu? Orang itu menjawab, Ya, masih. Beliaupun kemudian bersabda,

فالزمها فإن الجنة تحت رجليها

"Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya." (*)

Kutipan di atas, untuk memperjelas bersama, mana hadits yang sekiranya akan menjadi substansi pertanyaan saudara-saudara, jika pembahasan lirik ini diarahkan ke pelecehan sabda Nabi dsb. Hell fucking No. Read on...

Kawan saya, Riki Paramitha, seorang karyawan di perusahaan ternama, memberikan satu kesempatan kepada lagu ini untuk diserap dan dicerna oleh orang yang kebetulan bukan metalheads ;

Sebuah track metal "Surga di Bawah Telapak kaki Anjing" yang belakangan jadi populer dan kontroversial karena pake acara di-banned segala. Saya sempat meminta pendapat dua orang rekan saya [yang juga konsultan SAP, satu di Malaysia; satu di Singapore] untuk menilai track ini [kebetulan keduanya ngerti Bahasa, dan dua-duanya nggak ngerti metal. Jadi fair yah...

Pendapat dari konsultan SG :

"Ini adalah track yang dilatarbelakangi oleh kebencian yang sangat eksplisit. Kebencian tersebut begitu dalam, sehingga mengabaikan banyak hal di seputaran norma (norm) yang ada, terutama dalam bertutur. Terkesan hanya mencari aspek sensasi saja dengan brutalism yang ditampilkan; dan di lain pihak mencerminkan bahwa penulis dari track ini adalah seorang yang sangat radikal akan tetapi jauh dari kesan cerdas."

Pendapat dari konsultan MY :

"Penulis berusaha menampilkan fenomena sosial yang cukup sensitif; yaitu penggunaan nama agama [in the name of religion, in the name of God] untuk pembenaran beberapa tindakan yang justru berada di luar norma agama itu sendiri. Dan dalam hal ini secara praktek justru yang terjadi adalah pemerkosaan terhadap agama itu sendiri dan pemutarbalikan definisi antara 'mulia' dan 'hina'. Kalau semua sudah diputarbalikkan, maka surga tentunya berada di bawah telapak kaki anjing, bukankah begitu? Ini adalah sebuah kritik dengan cara yang satir, seperti yang biasa ditampilkan di teater-teater kontemporer. Penulis track ini pastilah orang yang luar biasa cerdas dan brilian. Apakah dia seorang budayawan [man of culture] di Indonesia?"

Hah? Ternyata untuk hal yang relatif terukur seperti ini bisa menghasilkan dua pendapat yang secara kontras berbeda. Padahal topiknya cukup sempit; hanya mengenai sebuah lirik; dan belum membahas masalah musikalitas. Tapi sudah menghasilkan dua pendapat yang contrary different.

Apalagi kalau kita mau membahas mengenai hal-hal yang bersifat infinity dan sangat tidak terukur seperti God, satan, heaven, dan hell [karena beyond rationality, dan tidak dapat dipecahkan dengan logika matematika atau logika empiris yang biasa dipakai di science]. Dan tools serta basic logic yang dipakai oleh manusia pada umumnya belum dapat mencapai kesimpulan yang commonly agreed untuk hal ini. Jadi sangat tergantung dari persepsi, paradigma, sudut pandang, atau perspektif.

Tony Sotello dkk di ...And Time Begins mengkedepankan prinsip Fisika dan Generatio Spontanea untuk proses penciptaaan. Well, barangkali begitulah kesimpulan yang dihasilkan menurut pencarian Tony Sotello dkk. Respect for that.

Glen Benton dan Dave Suzuki lebih sangar lagi. Dengan deskripsi pembantaian terhadap seseorang yang sedang beribadah, Glen bertanya, "Where is Your God, Now?" Ada benarnya juga; intervensi Tuhan [Divine Intervention] terhadap kegiatan sehari-hari memang susah didefinisikan.

Lord Ahriman dkk malah menampilkan keberpihakan atau sympathy for the devil lewat Diabolis Interium. Kurang lebih sama dengan material yang ditampilkan Shagrath & friends di The Serpentine Offerings. Di mana hal ini ada benarnya, kalau kita menilik sejarah masuknya ajaran Trinitas di jazirah Viking.

Nergal & his Polish terror squad malah konsisten di jalur ancient god/paganism; dan malah punya agenda yang mirip eksperimen [research] untuk mencari pembenaran terhadap hal yang sedang dipelajarinya atau obsessed with. Well, barangkali begitulah 'konsep Tuhan' menurut Mr. Nergal, kalau dilihat dari latar belakang pergaulannya dengan orang-orang seperti Krzysztoft Azarewicz.

Jadi semuanya dikembalikan kepada persepsi masing-masing. Karena sesungguhnya kita semua dalam proses pencarian kok. Dan yang harus dihindari adalah kalau kita mulai merasa yang paling benar dan merasa lebih mulia karena pemahaman kita yang [menurut kita] lebih, terhadap Tuhan dan hal-hal yang related dengan-Nya. Ini malah menyesatkan. Secara etika adalah salah, dan secara norma agama justru lebih salah lagi.


Agama dan praktek agama serta pengakuan terhadap eksistensi Tuhan adalah sebuah proses; dan bukanlah sebuah output. Output-nya mana dunk? Output-nya adalah tercermin dari tindakan kita sehari-hari. Kalau istighfar segudang, Shalat rajin, atau rajin kuliah minggu, tapi masih nyolong dan banyak berbuat curang; yah artinya Surga berada di bawah telapak kaki anjing. Bukankah begitu?...

Tanpa banyak bicara lagi, sudah mulai terbukakah kawan-kawan, yang mungkin pernah terbersit, bahwa saya menghina sabda Rasulullah SAW? Hell fucking no. Sama sekali tidak.

Sekali lagi, semua lirik yang saya ciptakan, adalah refleksi kritis saya atas apa yang terjadi di sekitar saya. Tentunya, bukan saya saja yang muak akan fenomena tolol ini, di mana orang berkoar-koar bertindak atas nama tuhan, tapi tingkah lakunya tidak mencerminkan orang yang mengedepankan ketuhanannya - yang mana semua agama tidak pernah memerintahkan tindakan kekerasan, penghancuran, pemaksaan apalagi membunuh dalam nama tuhan. Saat ini, jika kita terjun bebas ke dalam ranah bawah tanah musik Indonesia, baik itu metal, hardcore dan punk sekaligus, kita akan melihat dan mendengar protes mereka yang mungkin senada. Mungkin hanya momentum yang belum memungkinkan suara mereka untuk terdengar. Jadi, jangan kaget ketika gelombang protes dan penolakan atas kekerasan yang dilakukan atas nama agama yang diusung oleh berbagai ormas itu meledak melalui suara-suara parau mereka bersamaan dengan musik bising yang mereka usung. Kami sadar, bahwa kami adalah sekelompok kecil musisi, minoritas yang mungkin dipandang sebelah mata. But this is reality. Terlepas dari benar atau salah kami bertindak, adalah manusiawi kami mencari titik tolak perlawanan dalam bentuk apapun, walau sekecil apapun. And this is what we can do for our society. Hopefully we can do something bigger and bigger next time...

Hormat untuk semua kalangan, yang telah memberikan perhatian terhadap lirik lagu ini, baik yang pro dan kontra. Junjung tinggi etika berdebat tanpa otot. Perbedaan bukanlah alasan untuk bermusuhan dan menghancurkan!...


[Doni Herdanu Tona]
Foto diambil dari netz

Penulis adalah vokalis Funeral Inception, band death metal asal Jakarta. Albumnya yang bertitel "H.A.T.E" sudah beredar di bawah label Rottrevore Records. Artikel di atas bersumber dari catatan Facebook penulis. Lirik lengkap lagu "Surga di Bawah Telapak Kaki Anjing" bisa dicek juga via http://www.klub.apokalip.com/.




Bookmark:

Bookmark this on google Bookmark this on del.icio.us Submit this to digg Bookmark this at yahoo Bookmark this at reddit Bookmark this at furl

  Lainnya...



 Teks..   pdf..   Lo-ver..   Beritahu Teman..   Cetak..   Kembali..





Ke atas..


 Cari
  
(Min. 3 karakter)
 Shortcut
Pilih skin:

  • Semua | RSS
  • Berita | RSS
  • Artikel | RSS
  • Esai & Opini | RSS
  • Resensi | RSS
  • Resensi Musik | RSS
  • Resensi Video | RSS
  • Resensi Buku | RSS
  • Resensi Event | RSS
  • Band Berbahaya | RSS

 Official Partner



 
 
 Berita
25 Februari 2010
Grotesque [Aussie metal acts] bakal melakoni Plague of Pestilence Indonesian Tour di beberapa kota Jawa - Bali pada bulan Juni 2010 nanti.

25 Februari 2010
Band deathmetal asal Jakarta, SiksaKubur, baru saja menyelesaikan album kelimanya berjudul Tentara Merah Darah. Tema album ini konon terinspirasi dari film 300, kisah perlawanan tentara Sparta melawan bangsa Persia.

25 Februari 2010
Pickwolf, Son of Sundance, dan Take This Life bakal bareng dalam launching party rilisan terbaru mereka di Malang, 07 Maret 2010.

25 Februari 2010
Hellbeyond merilis album bertitel Strongest Stand Last di bawah label Rottrevore Records.

25 Februari 2010
Sham 69 [UK punks] bakal show dalam tajuk The Kids Are United Asia Tour 2010 di Bulungan Outdoor Jakarta [18/04] dengan band pembuka No Name [China].


  Selengkapnya..

 Band Berbahaya

  Selengkapnya..

 5 Artikel Terbaru

  Selengkapnya..

 5 Esai&Opini Terbaru

  Selengkapnya..

Ke atas..

Berita | Artikel | Band Berbahaya | Esai & Opini | Resensi Musik | Resensi Video | Resensi Buku | Resensi Event
Galeri Mp3 | Galeri Video | Galeri Gambar | Polling | Jaringan | Agenda | Kuis | Cari | Newsletter | Apokaliptika

2007 - 2008, www.apokalip.com diterbitkan oleh Apokalip Indonesia.
Untuk informasi, kontribusi & kerjasama silahkan hubungi ; info@apokalip.com.

Script&Layout: yodmustdie

Ditampikan dalam waktu 0.27891 detik.