<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1" ?>
<rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>
<channel>

<title>www.apokalip.com</title>
<link>http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/index.php</link>
<description>www.apokalip.com</description>
<language>id</language>
<generator>Apokalip 1.1.1</generator>

<item>
<title>SANGKAKALA ; MACANISTA</title>
<description>
&lt;img style=&quot;MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px; MARGIN-RIGHT: 15px&quot; height=&quot;169&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;/webzine/aset/asetzine/asetgambar/artikel-sangkakala.jpg&quot; width=&quot;175&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;em&gt;Retrospeksi dan hal-hal jadul memang selalu seru untuk dinikmati terlebih di ranah musik dan fashion. Bagi penggemar musik, hal ini di bawah sadar cukup berpengaruh. Terutama bagi penggemar musik yang mulai menelusuri jejak band masa kini yang sedang digemarinya. Fans Oasis bisa menyelam hingga Koes Plus. Begitu juga fans High On Fire mungkin bisa terjerembab ke denting piano &quot;Changes&quot;-nya Black Sabbath yang emo.&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
	&lt;/em&gt;&lt;b&gt;Sangkakala&lt;/b&gt; lahir di kampus seni yang bercokol di kabupaten Bantul pada tahun 2004 di saat gemuruh heavy metal dan saudara-saudaranya sedang merajalela. Di era inilah muncul gig bertajuk &lt;i&gt;Rock Siang Bolong&lt;/i&gt; yang cukup mewadahi lahirnya band-band metal 80-an seperti Saseni Bujang dan Sangkakala. Namun skala wabah ini cukup kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangkakala adalah sekelompok mahasiswa seni rupa Bantul yang sangat menggemari band-band heavy metal dan hard rock dari Jawa Timur seperti Power Metal, Kamikaze, Red Spider, Brigade Metal dan produk-produk binaan Loggiss Records lainnya, serta beriringan dengan Manowar, Iron Maiden, Twisted Sisters, dan Quiet Riot. Namun, astuti [baca: attitude] dan skill mereka yang nge-punk menjadikan musik yang mereka ciptakan dan mainkan berbeda dengan band idolanya. Di satu sisi mereka memperbaiki tatanan lirik lagu band idolanya yang dianggap moralis menjadi lebih urakan dan ceplas-ceplos, tapi di sisi yang lain mereka menurunkan derajat musik metal menjadi lebih kasar. Penampilan di atas panggung dijadikan sebuah fashion show lengkap dengan pesta kembang api. Seperti halnya band-band retro pada umumnya, mereka juga menyajikan ungkapan, gaya dan perilaku yang pernah terjadi di tahun 80-an namun kadangkala diimbuhi penekanan ironisme seperti teriakan &quot;Assalamualaikum...&quot; di intro lagu atau poster band bertorehkan tanda tangan personil...</description>
<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 00:53:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid isPermaLink="false">http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/sangkakala-macanista-www.apokalip.com.html</guid>
<link>http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/sangkakala-macanista-www.apokalip.com.html</link>

<category>Artikel</category>
</item><item>
<title>ARIAN13 ; MR. TAMBOURINE MAN</title>
<description>
&lt;img style=&quot;MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px; MARGIN-RIGHT: 15px&quot; height=&quot;169&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;/webzine/aset/asetzine/asetgambar/artikel-arian13.jpg&quot; width=&quot;175&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;em&gt;Apokalip baru saja berbincang melalui surat elektronik dengan &lt;b&gt;Arian Arifin &lt;/b&gt;a.k.a &lt;b&gt;Arian13&lt;/b&gt;. Yah, penyanyi band rock yang identik dengan gambar serigala itu - juga seorang tukang gambar, kolektor rekaman, bisnismen, dan entah apa lagi profesinya. Jujur, kami sebenarnya gak tahu musti bertanya apa lagi. Yang kami tahu pria ini selalu punya jawaban yang unik dan mengejutkan. Tidak melulu soal musik atau band-nya saja. Makanya ada pertanyaan tentang toko musiknya, film Star Wars, sepeda gunung, atau bahkan piala dunia. Dia pun meracau soal Chrisye, Lisa Rumbewas, Asbak, suporter bayaran, hingga tambourine dan permen. Well, jika tidak dibatasi, perbincangan ini mungkin tidak akan pernah selesai. Atau semestinya pria ini mulai dipaksa untuk tutup mulut dan biarkan fokus dalam menggambar saja?!... &lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
	&lt;/em&gt;&lt;b&gt;Janjinya tahun kemarin Seringai mau merilis DVD? Tapi sampai sekarang kok belum keluar? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Iya. Karena lambat! Doooooommm...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Seberapa sibuk para personil Seringai sekarang?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sibuk sekali, maklumlah, bisnis kapal tanker kami memang menyita waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DVD musik apa yang terakhir kali kamu tonton? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lupa. Mungkin DVD Blue Cheer live. Ketiduran. Daripada DVD lebih sering nonton di YouTube sih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Siapakah band Indonesia yang menurut anda sudah seharusnya merilis DVD dokumenter tentang histori band-nya? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Harus band? Musisi/seniman saja ya, Benyamin S ...</description>
<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 12:02:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid isPermaLink="false">http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/arian13-mr-tambourine-man-www.apokalip.com.html</guid>
<link>http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/arian13-mr-tambourine-man-www.apokalip.com.html</link>

<category>Artikel</category>
</item><item>
<title>SEMBILAN ALBUM LOKAL ESENSIAL 2009</title>
<description>
&lt;img style=&quot;MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px; MARGIN-RIGHT: 15px&quot; height=&quot;169&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://127.0.0.1/webzine/aset/asetzine/asetgambar/artikel-9album1.jpg&quot; width=&quot;175&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;em&gt;Akhir tahun lalu, Apokalip memulai program investigasi khusus, yaitu memilih &lt;b&gt;Sembilan Album Lokal Yang Paling Esensial Selama Tahun 2009&lt;/b&gt;. Kami mulai menghubungi beberapa kawan dan kontributor untuk meminta list dan komentarnya tentang hal tersebut. Terkumpullah kemudian rekomendasi daftar album, masukan dan review-review singkat dari mereka. Ditambah dengan peninjauan kembali kepada rak koleksi dan kolom rubrik Resensi Musik. Hasilnya coba kami olah lagi secara teliti di meja editor, serta kami jadikan acuan dalam menyusun final list yang paling obyektif dan apresiatif. Akhirnya, terpilih sembilan rilisan penting yang rasanya susah dibantah kelayakannya menurut kami. Kepada mereka semua, kita berhutang banyak tahun lalu... &lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
	&lt;/em&gt;&lt;b&gt;Cranial Incisored - Lipan's Kinetic&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kontributor Apokalip, Innerciatic Manneken, memberikan analogi seperti ini, &quot;Jika anda adalah Gollum dan Cranial Incisored adalah Bilbo Baggins, maka cincin segala cincin sakti itu akan segera berpindah tangan dalam hitungan detik, sebab Halim dan gerombolannya makin susah ditebak. Pemampatan musik jazz, kekacauan dan progresivitas paling beringas di tahun 2009.&quot; Nyaris senada, Fran dari Tim Belukar [Solo] malah menyebut rilisan ini sebagai The Best Metal / Avant Garde Album of The Year, dan Obet pantas menjadi Best Drummer 2009. Tak pelak lagi, &lt;i&gt;Lipan's Kinetic&lt;/i&gt; bisa ikut merayakan betapa kayanya khazanah musik Indonesia, bahkan bagi para pendengar asing sekalipun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dead Squad - Horror Vision&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Skuad 'para bintang' ini sukses mengawinkan pasangan gitaris dari dua band mainstream, Andra &amp;amp; The Backbone dan Netral - plus alumni terbaik dari Tengkorak, Siksa Kubur dan Abolish Conception. Penggemar setia Andra &amp;amp; The Backbone dan Netral juga boleh memaklumi visi seram dari musisi idola mereka. Di antara genre death metal yang sejenis, komposisi musik Dead Squad masih bisa diterima oleh semua kalangan. Para fans metal tua maupun muda bisa suka album ini. Rilisan ini mampu menyuguhkan perspektif yang luas dalam balutan aransemen metal yang rapi dan teknikal. &lt;i&gt;Horror Vision&lt;/i&gt; terbukti mampu mengantarkan musik death metal menapaki anak tangga yang lebih tinggi lagi...</description>
<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 11:15:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid isPermaLink="false">http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/sembilan-album-lokal-esensial-2009-www.apokalip.com.html</guid>
<link>http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/sembilan-album-lokal-esensial-2009-www.apokalip.com.html</link>

<category>Artikel</category>
</item><item>
<title>KOMPILASI ROCK DIBUANG SAYANG</title>
<description>
&lt;img style=&quot;MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px; MARGIN-RIGHT: 15px&quot; height=&quot;169&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;/webzine/aset/asetzine/asetgambar/artikel-kompilasirock.jpg&quot; width=&quot;175&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;Beberapa tahun lalu, kami [Dede dan Gembi] dari Wasted Rockers [WR] berencana mengumpulkan lagu-lagu lokal terbaik versi WR. Dengan konsep lintas genre - yang waktu itu kami tulis &quot;dari indie pop paling letih sampai metal paling berisik&quot;, tentu cuma sebuah metafor bahwa ini akan menjadi tanpa batas, mengingat komposisi &quot;diam&quot; John Cage &quot;4'33''&quot; dikomposisi dari suara paling berisik, ultrasonik, sampai tidak terdengar telinga manusia - kami membuka submission untuk siapapun, selama mereka tidak berafiliasi pada label besar atau boleh juga dalam status unsigned, namun terdengar asyik di telinga kami berdua. Peraturan sederhana itu malah kami tambahkan bahwa ini merupakan free submission yang tidak akan membebani siapapun yang akan ikut kompilasi ini. Kami menjanjikan akan membuat antologi lagu terbaik tersebut dalam bentuk fisik [CD] yang akan menjadi penanda bahwa WR turut berkontribusi mengakomodasi band-band bagus versi kami agar bisa terdengar lebih luas lewat networking kami yang terbatas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata feedback dari pembaca WR sangat besar ketika itu. Banyak materi tidak terduga yang kami temukan dari band antah berantah dan ternyata patut diperdengarkan lebih luas. Sedihnya, karena ruang yang terbatas untuk bentuk fisik, kami cuma memilih beberapa band yang benar-benar membawa angin segar di music scene yang underrated di negeri ini. Di saat yang bersamaan WR turut mencari donatur yang potensial sekaligus sponsor agar CD ini dapat dirilis lebih banyak dengan kemasan yang baik...</description>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 08:12:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid isPermaLink="false">http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/kompilasi-rock-dibuang-sayang-www.apokalip.com.html</guid>
<link>http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/kompilasi-rock-dibuang-sayang-www.apokalip.com.html</link>

<category>Artikel</category>
</item><item>
<title>MELANCHOLIC BITCH ; DISTOPIA</title>
<description>
&lt;img style=&quot;MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px; MARGIN-RIGHT: 15px&quot; height=&quot;169&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;/webzine/aset/asetzine/asetgambar/artikel-melbi-1.jpg&quot; width=&quot;175&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;em&gt;Pertanyaan pertama, apa jadinya kalau sekelompok pemikiran yang terus menerus punya keresahan berkolaborasi lalu berkarya bersama atas nama &lt;b&gt;Melancholic Bitch&lt;/b&gt;?...&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
	&lt;/em&gt;Mediumnya musik, kebanyakan berbahasa ibu, bunyinya variatif. Bisalah dibilang ini musik pop yang cerdas bin trengginas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi-lagi pertanyaan, apa yang membuat musik menarik untuk kalian?... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekedar jadi teman bergoyang, bersenandung, atau pura-pura terlihat hebat sebagai prototip musisi yang sedang memainkan alat musik bohongannya. Atau malah punya fungsi lebih dalam dari itu, sebagai alat untuk bercerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kalian belum berkenalan dengan Melancholic Bitch, maka fungsi musik untuk bercerita [atau membagi cerita] adalah alasan paling sahih untuk digunakan bagi sebuah perkenalan awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa tahun absen memberi kabar, mereka kembali dengan sebuah cerita balada berjudul &lt;i&gt;Balada Joni dan Susi&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi kalian yang merasa asing, janganlah takut. Melbi - panggilan erat nan akrab mereka - sudah membagikan dua buah single promosi dari album ini...</description>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:07:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid isPermaLink="false">http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/melancholic-bitch-distopia-www.apokalip.com.html</guid>
<link>http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/melancholic-bitch-distopia-www.apokalip.com.html</link>

<category>Artikel</category>
</item><item>
<title>TERROR ; RETURN HARDER!</title>
<description>
&lt;img style=&quot;MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px; MARGIN-RIGHT: 15px&quot; height=&quot;169&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;/webzine/aset/asetzine/asetgambar/artikel-terror-1.jpg&quot; width=&quot;175&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;em&gt;Tentu kalian sudah tahu dan kenal dengan sebuah band asal Los Angeles [USA] yang bernama &lt;b&gt;Terror&lt;/b&gt;. Mereka, dalam hitungan hari, bakal melakukan show-nya di Indonesia, tepatnya di kota Bandung, 01 Oktober 2009. Interview ini dilakukan melalui email dengan sang vokalis, &lt;b&gt;Scott Vogel&lt;/b&gt;. So let's check this out... &lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
	&lt;/em&gt;&lt;b&gt;Tell us your name and who are you in the band?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
My name is Scott, I'm the vocalist of Terror.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;How did Terror start and how many releases have come out with so far?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It started back in 2002 i think, in Nick's garage. We just wanted to play traditional hardcore. Fast and angry. Play show travel and live free. That's what we have done beyond our expectations. We have 3 full lengths, a 9 song ep's, and lots of 7 inches, and stuffs...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Have you ever heard about Indonesian hardcore scene before? And how's your feeling and what are your expectation playing in Indonesia?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Honestly no i have not. I really dont know what to expect. But we will give it our all and also try to have a great time and explore your country...</description>
<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 20:43:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid isPermaLink="false">http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/terror-return-harder-www.apokalip.com.html</guid>
<link>http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/terror-return-harder-www.apokalip.com.html</link>

<category>Artikel</category>
</item><item>
<title>KAMI PERCAYA KAUPUN TERBAKAR JUGA</title>
<description>
&lt;img style=&quot;MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px; MARGIN-RIGHT: 15px&quot; height=&quot;169&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;/webzine/aset/asetzine/asetgambar/artikel-koil-1.jpg&quot; width=&quot;175&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;em&gt;Koil adalah satu dari sedikit band indonesia yang memiliki fans loyal dan militan untuk tidak menyebutnya gila. Membandingkan Koil dengan Slank atau Iwan Fals tentu tidak sebanding dari sudut manapun, namun menimbang kegilaan fansnya adalah hal yang berbeda. Album Tribute To Koil ini adalah buktinya. Berbekal kecintaan kepada band pujaannya, beberapa pemuda - antara lain Jaka Kandaga dan Vidi Nurhadi - nekad menggagas album tribut buat Koil, &lt;b&gt;Kami Percaya Kaupun Terbakar Juga&lt;/b&gt;. Sebuah tribut dan catatan kegilaan untuk Koil...&lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
	&lt;/em&gt;Singkat kata pemuja Koil ini mengumpulkan dana, menghubungi band-band yang tertarik menyumbangkan diri untuk mengisi album itu [dengan cuma-cuma tentu saja], mengompilasi hasilnya ke dalam CD, lalu membagi-baginya gratis. Proyek ini siapapun tahu perlu banyak energi, waktu dan terutama uang. Namun rupanya keterbatasan dalam hal-hal tersebut tak menjadi alasan bagi Jaka dan teman-temannya untuk mundur. Terwujudnya album ini sungguh hadiah yang menyenangkan bagi Koil, lebih-lebih bagi penggemar Koil di mana-mana. Saya belum pernah mendengar ada fans band Indonesia lain, fans Slank atau Iwan Fals sekalipun membuat album tribut untuk musisi idola mereka. Dengan kemunculan album ini fans Koil boleh sedikit berbangga hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kami Percaya Kaupun Terbakar Juga&lt;/i&gt; berisi sekumpulan lagu-lagu Koil dari beberapa album yang digarap ulang. Melihat list band yang muncul di album ini sempat membuat kening saya berkerut. Nama-nama yang asing, sedikit sekali yang saya kenali. Mungkin karena ke-kuper-an saya saja. Atau karena memang band-band itu adalah band yang baru muncul, saya tak tahu. Tapi keberadaan mereka di album itu tentu punya alasan, begitu pikir saya. Dan pertanyaan saya langsung terjawab begitu saya mulai mendengar album ini...</description>
<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 22:29:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid isPermaLink="false">http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/kami-percaya-kaupun-terbakar-juga-www.apokalip.com.html</guid>
<link>http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/kami-percaya-kaupun-terbakar-juga-www.apokalip.com.html</link>

<category>Artikel</category>
</item><item>
<title>THE S.I.G.I.T. ; HERTZ DYSLEXIA</title>
<description>
&lt;img style=&quot;MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px; MARGIN-RIGHT: 15px&quot; height=&quot;169&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;/webzine/aset/asetzine/asetgambar/artikel-sigit-1.jpg&quot; width=&quot;175&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;The Super Insurgent Group of Intemperance Talent (The S.I.G.I.T.) &lt;/strong&gt;kembali lagi dengan sebuah album baru. Debut album mereka, &quot;Visible Idea of Perfection&quot;, dirilis tahun 2007 yang lalu. Lebih dari dua tahun kemudian, mereka merilis &quot;Hertz Dyslexia&quot;.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak yang terjadi sepanjang tiga tahun itu. Salah satunya, mereka menjelma menjadi salah satu unit rock n' roll paling trengginas di Indonesia. Sejumlah tur internasional mampir ke dalam karir mereka, selain tentunya berkeliling tanpa henti ke puluhan kota di Indonesia. Semuanya, dilakukan karena musik rock versi mereka ternyata punya kapling khusus di hidup banyak orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hertz Dyslexia&lt;/i&gt; adalah tahapan selanjutnya dari perjalanan The S.I.G.I.T. Mereka kembali hadir, dengan sebuah rilisan yang secara materi memberi banyak kejutan kepada mereka yang mendengarkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ini sesuatu yang baru, sesuatu yang belum pernah kita bikin, dalam artian pendekatan musik. Sampai-sampai kita juga ngerasa sulit untuk mendeskripsikannya. Walaupun ada beberapa lagu lama, &lt;i&gt;Hertz Dyslexia&lt;/i&gt; adalah wajah baru dari ide kami,&quot; terang Rektivianto Yoewono, biasa dipanggil Rekti, vokalis sekaligus gitaris The S.I.G.I.T.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;&lt;i&gt;Hertz Dyslexia&lt;/i&gt; merupakan sketsa kasar full album kedua kami,&quot; timpal Farri Icksan Wibisana, biasa dipanggil Farri, gitaris...</description>
<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 22:26:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid isPermaLink="false">http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/the-s-i-g-i-t-hertz-dyslexia-www.apokalip.com.html</guid>
<link>http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/the-s-i-g-i-t-hertz-dyslexia-www.apokalip.com.html</link>

<category>Artikel</category>
</item><item>
<title>DEAD SQUAD ; MEREKAM VISI SERAM</title>
<description>
&lt;img style=&quot;MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px; MARGIN-RIGHT: 15px&quot; height=&quot;169&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;/webzine/aset/asetzine/asetgambar/artikel-deadsquad-1.jpg&quot; width=&quot;175&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;em&gt;Pada formasi &lt;b&gt;Dead Squad&lt;/b&gt; kali ini, mereka sukses mengawinkan pasangan gitaris dari dua band mainstream, Andra &amp;amp; The Backbone serta Netral - di luar alumni terbaik dari Tengkorak, Siksa Kubur dan Abolish Conception. Bersama album barunya, &quot;Horror Vision&quot;, mereka akan mengantarkan musik death metal menapaki anak tangga yang lebih tinggi lagi. Bersama kami, Bonsquad [bassist] mengaku risih dengan predikat all-star death metal group, nyaman dengan manajemen dan label mereka sekarang, serta menganggap lagu &quot;Arise&quot; itu keren... &lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
	&lt;/em&gt;&lt;b&gt;Kalian sering disebut-sebut sebagai all-star deathmetal group. Itu tentu membanggakan sekaligus jadi beban buat kalian. Gimana komentar anda?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kalo boleh jujur. predikat all-star deathmetal group itu kalo gua pribadi sih agak risih atau malah boleh dibilang hiperbola, hehe. Di sini semua sama. Semua punya porsi dan tanggung jawab yang sama. Kalau pun akhirnya dibilang all-star deathmetal mungkin itu emang sengaja dibuat oleh pihak media biar terkesan lebih wah. Pujian sih sebenernya, tapi agak berlebihan, hehe...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Itu juga yang bikin nama Dead Squad [DS] langsung melesat di jajaran elit scene metal Jakarta?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hmmm, mungkin bukan semata karena predikat itu juga, tapi lebih karena sebelum band ini resmi berjalan seperti sekarang kita udah punya plan yang jelas. Jadi kita sendiri udah tau apa yang mesti dikerjain. Kebetulan gua dan Andyan lumayan lama ada di scene metal Jakarta jadi mungkin lebih punya akses yang bisa memuluskan jalan. Komunitas itu penting bos, music-musik non mainstream itu musik komunitas kalo menurut gua. Yang bener-bener bisa jalan kalau kita itu bisa aktif di komunitas kita masing-masing...</description>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 20:40:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid isPermaLink="false">http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/dead-squad-merekam-visi-seram-www.apokalip.com.html</guid>
<link>http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/dead-squad-merekam-visi-seram-www.apokalip.com.html</link>

<category>Artikel</category>
</item><item>
<title>THE UPSTAIRS ; DISKO MAGNETIK</title>
<description>
&lt;img style=&quot;MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px; MARGIN-RIGHT: 15px&quot; height=&quot;169&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;/webzine/aset/asetzine/asetgambar/artikel-upstairs-1.jpg&quot; width=&quot;175&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;em&gt;Setelah rilis pertama kalinya di Kuala Lumpur, Malaysia pada pertengahan Maret 2009 silam, akhirnya dengan bangga diumumkan bahwa CD terbaru &lt;b&gt;The Upstairs&lt;/b&gt; yang telah tiga tahun ditunggu-tunggu bertitel &quot;Magnet! Magnet!&quot; sudah resmi beredar di seluruh toko CD terkemuka di seluruh Indonesia... &lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
	&lt;/em&gt;Pada pertengahan Maret 2009 silam The Upstairs terbang ke Malaysia untuk memenuhi undangan Celcom Berhad yang menyelenggarakan festival U.O.X Play di Sunway Pyramid, Selangor. Di konser yang disaksikan sekitar 3000 penonton tersebut The Upstairs berbagi panggung dengan Rivermaya [Filipina], Seven Collar T-Shirt [Malaysia], hingga Chicosci [Filipina]. Tur pertama di Malaysia dilanjutkan keesokan harinya, label Bodysurf &amp;amp; Theatrical Records menggelar &lt;i&gt;Magnet! Magnet!&lt;/i&gt; record release party di Modesto's club, Kuala Lumpur. Liputan konser The Upstairs di Malaysia kini bisa disaksikan pula di MTV Asia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Magnet! Magnet!&lt;/i&gt; merupakan album penuh ketiga The Upstairs setelah menyulap scene musik tanahair menjadi lantai dansa raksasa dengan album &lt;i&gt;Energy&lt;/i&gt; [Warner, 2006] yang sukses mengantarkan sekstet ini menjadi &quot;Band Alternatif Terbaik AMI Awards 2006&quot;, mencetak dua hits &lt;i&gt;Terekam Tak Pernah Mati&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Disko Darurat&lt;/i&gt;, serta melahirkan fenomena Modern Darlings [fans loyal] hingga mempengaruhi musik band-band mainstream nasional...</description>
<pubDate>Sat, 09 May 2009 16:22:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid isPermaLink="false">http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/the-upstairs-disko-magnetik-www.apokalip.com.html</guid>
<link>http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/the-upstairs-disko-magnetik-www.apokalip.com.html</link>

<category>Artikel</category>
</item><item>
<title>OVAN TOBING ; THE ROCK MESSENGER</title>
<description>
&lt;img style=&quot;MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px; MARGIN-RIGHT: 15px&quot; height=&quot;169&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;/webzine/aset/asetzine/asetgambar/artikel-ovantobing-1.jpg&quot; width=&quot;175&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;em&gt;Jika BBC pernah punya John Peel, maka Senaputra FM cukup berbangga memiliki &lt;b&gt;Ovan Tobing&lt;/b&gt;. Beliau yang bertanggungjawab atas setiap program musik rock di 'Radio'ne Arek Malang' tersebut. Di balik meja siaran, beliau bak seorang orator ulung. Meledak-ledak. Penuh semangat. Dan tentunya sangat berwibawa. Semua kalimat yang meluncur dari mulutnya adalah propaganda positif. Ajakan untuk bagaimana membangun scene musik yang kondusif, figur musisi yang baik, fans yang loyal, atau penonton konser yang apresiatif. Sangat edukatif, membius, sekaligus membakar. Pria macho yang akrab dipanggil Bang Ovan atau OT ini juga spesialis pembawa acara atau MC untuk sejumlah konser rock penting, khususnya yang digelar di Malang atau Jawa Timur. Mulai dari pertunjukan rock di era 70-an, sampai pada jaman keemasan serial Festival Rock garapan Log Zhelebour. Beliau pernah memandu [hampir semua] konser band domestik, sampai berdiri di panggung Sepultura, Helloween, Wall of Jericho, hingga Caliban. Berikut ini kami muat artikel wawancara antara tim redaksi Common Ground magz dengan Ovan Tobing, sosok penting yang sejak era 70-an sampai sekarang masih berdiri di garda depan komunitas musik rock kota Malang!... &lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
	&lt;/em&gt;&lt;b&gt;Awal menjalani karir di dunia entertainment?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dari radio, kalau istilah saya ini di militer aku ini sudah 'jenderal bintang lima'. Karena saya di radio ini mulai dari radio amatir. Yang memakai antena bambu, pada tahun 74-an. Jadi saya sudah mengalami dari era amatir, kemudian masuk ke radio yang ditertibkan oieh pemerintah. Era itu adalah era piringan hitam, masuk kepada era tape/kaset, dan sampai sekarang era komputerisasi. Orang seangkatan saya, rata-rata sudah mendapatkan impian mereka. Yaitu, kalo tidak sebagai manajer dari radionya, maiah ada yang jadi owner atau pemilik radio. Kalo saya masih menikmati menjadi penyiar radio. Kalo ditanya mengapa sebagai penyiar? Ya, karena saya melihatnya di radio ini saya mendapat kepuasan, saya bisa menyenangkan banyak orang. Kalo di dunia entertain, saya muncul pertama kali sebagai pembawa acara. Waktu itu AKA bubar menjadi SAS, show pertama mereka di GOR Pulosari. Show pertama itu tahun 84-an, pertama kali [SAS] muncul setelah [AKA] pecah dengan Ucok. Itu juga karena kawan yang membuat show di Pulosari, di malam tahun baru dia gak punya pembawa acara. Dia bilang pada saya, &quot;Wes koen ae sing gowo acara!&quot; Waktu saya tampil, karena saya juga tidak berpengalaman sebagai MC, kalimat pertama saya di atas panggung dan menghadapi publik yang ribuan itu adalah, &quot;Aku kudu ngomong opo iki?! Saya harus bicara apa ini?!&quot; Nah kalimat saya itu mengundang gelak tawa penonton. Waktu mereka tertawa, saya jadi tau mereka merespon saya. Lalu mulai keluar, trus ngobrol. Sejak itu orang mulai mengenal saya sebagai pembawa acara...</description>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 01:24:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid isPermaLink="false">http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/ovan-tobing-the-rock-messenger-www.apokalip.com.html</guid>
<link>http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/ovan-tobing-the-rock-messenger-www.apokalip.com.html</link>

<category>Artikel</category>
</item><item>
<title>DEAD VERTICAL ; GRIND ON!</title>
<description>
&lt;img style=&quot;MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px; MARGIN-RIGHT: 15px&quot; height=&quot;169&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;/webzine/aset/asetzine/asetgambar/artikel-dv-1.jpg&quot; width=&quot;175&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;em&gt;Di awal tahun yang silam, Apokalip pernah memuat preview tentang 25 nama yang bakal mewarnai kecadasan nusantara selama tahun 2008. Salah satunya ada nama &lt;b&gt;Dead Vertical&lt;/b&gt;, grinder belia asal Jakarta yang pernah dipercaya membuka konser the godfather of grind, Napalm Death. Trio ini masuk dalam jajaran artis label ekstrim Rottrevore Records dan memuntahkan album &quot;Infecting The World&quot; yang meraup banyak respon positif. Hari ini mereka sudah melompat ke deretan band cadas papan atas di Indonesia. Beberapa waktu lalu, kami berkesempatan berbincang tentang kecepatan dan intensitas mereka selama ini. Grind mode on!... &lt;br /&gt;
	&lt;br /&gt;
	&lt;/em&gt;&lt;b&gt;Halo, bagaimana ceritanya konser release party kalian kemarin?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Halo, release party Dead Vertical beberapa waktu lalu alhamdullilah berjalan lancar.yah. Meskipun ada beberapa kendala teknis, tapi secara general acara berjalan sukses... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tapi kenapa kok jarak antara rilis album dengan release party itu cukup lama?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ya, sebenarnya kita gak punya rencana untuk buat release party. Dari pihak label kami juga tidak ada rencana untuk itu. Tapi kebetulan ada kawan-kawan kami yang berbaik hati dan mendukung pembuatan release party tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Album kalian disebut-sebut sebagai salah satu album lokal terbaik oleh beberapa media...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Alhamdullilah kalau album kami dinilai terbaik. Tapi masih banyak kekurangan dalam karya-karya kami. Dan kami terus mencoba untuk menghasilkan hasil karya yang lebih baik lagi sampai saat ini...</description>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 07:52:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid isPermaLink="false">http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/dead-vertical-grind-on-www.apokalip.com.html</guid>
<link>http://www.apokalip.com/webzine/eksplorasitiadahenti/dead-vertical-grind-on-www.apokalip.com.html</link>

<category>Artikel</category>
</item>
</channel>
</rss>