Sebagian besar kalangan menganggap, Efek Rumah Kaca [ERK] dengan debut albumnya telah membuat orang-orang kembali bersemangat melihat masa depan musik pop di negeri ini. Karena selain berani menawarkan genre musik yang berbeda dalam musik pop, trio ini juga mengangkat tema yang relatif jarang dikumandangkan oleh band pop kebanyakan. Lagu-lagu mereka sarat dengan pesan yang positif tanpa terkesan menggurui. Begitu moderat, indah, cerdas dan puitis. Kuncinya mungkin satu, mereka berani bicara jujur dan tampil sederhana. Yah, sangat simpel seperti yang juga mereka ungkapkan dalam sesi wawancara di bawah ini...
Hello, lagi sibuk apa Efek Rumah Kaca akhir-akhir ini?
Sibuk manggung dan persiapan album kedua...
Sepertinya respon publik terhadap debut album ERK kemaren selalu positif dan baik-baik saja. Adakah respon negatif yang pernah kalian terima tentang album itu?
Ah gak juga, ada yang bilang kami cuma memanfaatkan situasi aja, ada yang bilang kami gak bagus dan hanya another Radiohead piss-off, ada yang bilang lagu
Cinta Melulu juga termasuk dalam wilayah banal, dan lain-lain...
Banyak juga yang bilang kalau kemunculan ERK itu bikin masa depan musik lokal lebih cerah. Bahkan dikatakan 'penyelamat industri musik pop indonesia'. Gimana komentar kalian?
Wah, itu sih sepertinya berlebihan. Kami cuma punya visi seperti ini tetapi bukan lantas menjadi penyelamat. Banyak yang lebih dulu dari kami. Kami cuma pengekor, main aman...
Sepertinya tema lagu ERK yang cenderung kepada topik sosial dan positif itu menjadi penyegar di antara tema cinta, patah hati, hura-hura, atau depresi yang biasa dinyanyikan band-band masa kini?
Bagi sebagian kecil iya. Kalau untuk orang awam perlu diuji lagi...
Seberapa sulit sih membuat lirik yang 'cerdas' tanpa terkesan pasaran atau menggurui seperti ERK?!
Cerdas? Kayaknya gak lah. Memang kami bosen dengan pilihan kata dan tema yang ada di lagu-lagu pop sekarang. Akhirnya kami bikin seperti itu. Sulitkah? Sulit. Sebab duabelas lirik itu ditulis dalam waktu empat tahun, jadi setahun kira-kira hanya tiga lagu!...
Di lagu Cinta Melulu dan Jatuh Cinta Itu Biasa tampaknya kalian sudah cukup muak dengan tema cinta pop standard yang benar-benar melayu dan mendayu-dayu?
Sudah pasti. Kami gak tau apakah lagu cinta adalah pesanan industri atau memang pemusiknya sudah gak kreatif dan ingin cepat populer...
Trus gimana ceritanya kok tiba-tiba mengangkat isu gay atau homoseksual dalam lagu Bukan Lawan Jenis? Sebuah pengalaman nyata kah?
Itu pengalaman nyata salah satu dari kami...

Seperti apa konsep live performance ERK di panggung? Apakah juga berbeda dengan band kebanyakan?
Sama saja. Kami tetap tampil bertiga, berusaha untuk tidak menggunakan additional player...
Lalu seberapa penting soal fashion atau outfit panggung bagi kalian?
Gak terlalu penting lah. Kami bertiga gak terlalu fashionable
. Paling-paling pake kaos yang bertuliskan atau mempunyai muatan yang perlu kita dukung.
Apakah kalian memproduksi merchandise band juga?
Untuk sekarang belum, tapi sedang diusahakan segera untuk nambah pendapatan.
Apakah benar kalau sejak dulu ERK tidak pernah mengkover lagu milik musisi lain?
Kami pernah ikut
Radiohead Nite di Jakarta dua kali oleh penyelenggara yang sama. Setelah itu gak pernah lagi membawakan lagu orang lain. Pernah satu kali waktu berkolaborasi dengan Adrian Adioetomo, selebihnya kami sibuk buat lagu sendiri...

Belakangan ini makin marak saja ajang kontes, kompetisi atau festival musik. Mulai dari solois sampai band. Genre pop sampai rock bahkan dangdut. Level mainstream sampai indie. Dengan brand raksasa dan promosi gede-gedean. Adu sms serta eliminasi, bahkan seringkali menjadi sangat dramatis. Gimana komentar kalian soal fenomena ini?
Kontes untuk sekedar ngasah bakat sih gak papa juga. Tapi kalo lebih dari itu menurut kami sih gak penting. Karena musik bukan perlombaan atau pertandingan. Musik lebih dari itu...
Dibandingkan era 90-an, musik pop indonesia tampaknya tidak semakin membaik mutunya. Malah lebih parah kayaknya. Apakah menurut kalian ini adalah 'akhir episode pop' yang berkualitas di negeri ini?
Wah nggak, banyak musik yang bagus yang belum terekspos dengan baik. Tugas kita adalah menyebarluaskan musik yang bagus itu...
Oya, apakah kalian sudah mulai menulis materi lagu baru? Seperti apa corak musik ERK di rilisan selanjutnya?
Sudah, secara musikal tetap gelap tetapi lebih ekstrovert. Secara tema lirik masih sama lah. Belum menemukan formula yang lebih mengasyikkan dari yang pertama.
Dan kira-kira kapan publik bisa mendengarkan lagu-lagu baru kalian itu?
Mudah-mudahan akhir tahun ini. Doakan saja...
[Samack]
Foto ; Dok. ERK
http://www.efekrumahkaca.multiply.com/