KLUB [CERIA] APOKALIP

KLUB APOKALIP
www.klub.apokalip.com

Klub Apokalip merupakan media interaksi berbasis internet yang dikelola oleh Apokalip webzine. Ini forum untuk menjalin komunikasi yang lebih akrab di antara redaksi, kontributor, teman, sahabat, dan pengunjung setia Apokalip.com. Semacam channel bebas buat semua mahluk hidup yang punya passion terhadap aktifitas Apokalip dan dunia musik, kultur, gaya hidup, olahraga, sains, tehnologi, atau apapun juga. Bicara apa saja, bebas. Di sini akan penuh kejutan dan perbincangan. Gabung sekarang juga!
APOKALIP STRONG MERCHANDISE

APOKALIP STRONG MERCHANDISE
www.strongmerch.apokalip.com

Apokalip Strong Merch adalah lisensi resmi untuk setiap produk merchandise yang dirilis oleh Apokalip dan pihak rekanannya. Sebagian memang dijual dan beredar di pasaran, tetapi ada juga tidak beredar secara bebas. Di halaman ini akan ditampilkan setiap produk lengkap dengan deskripsi serta segala kisah di balik karya desain, proses produksi, dan nilai-nilai yang ada. Yah, merchandise Apokalip memang selalu unik, konseptual, dan eksklusif. Stay strong & wrong. Always dangerous & gorgeous!...
RELOADYOURSTEREO - Apokalip Online Music Share

RELOADYOURSTEREO
www.rys.apokalip.com

ReloadYourStereo merupakan sebuah projekt dari Apokalip.com untuk merilis album rekaman secara digital serta disebarkan secara cuma-cuma [free-download] melalui jaringan internet untuk kepentingan promosi dan dokumentasi karya musik. Slogan kami adalah Global Music Revelation, dengan kata kunci ; internet, digital, mp3, free download, creative-common license, full lyrics & artworks, file-sharing, usb flashdisk, nero express, and burn it down.
 

Apokalip Projekt    



Sebuah kolom dari beberapa penulis tentang scene dan kehidupan. Bisa jadi esai, opini atau scene report. Terkadang sangat personal dan sektoral. Mungkin rada politis atau provokatif. Atau bisa jadi malah historik dan inspiratif. Hidup adalah wacana, setiap orang tentu berbeda...

HITAM DAN PUTIH AKAN KUTEMPUH BAHAGIA
24 Februari 2010
 Kategori: Esai & Opini

Saya kenal Koil sekitar tahun 1999, masih kuliah, belum punya albumnya. Saya diantar kakak saya sedang menonton satu pertunjukan kecil di Bandung. Di panggung ada latar kain hitam bertuliskan huruf K dilingkari 12 bintang. Setelah beberapa band main, muncullah 4 orang laki-laki di panggung, mereka masih manggung memakai baju kotak-kotak, belum memakai atribut khasnya seperti sekarang. Saat itu cuma tahu nama band-nya koil, vokalisnya di panggung tampak cakep, drummer-nya badannya belum sebesar sekarang, gitarisnya dua. Lagi tengah nonton, diajak pulang oleh kakak saya. Sesudah itu, saya tidak pernah lagi menonton mereka manggung, tidak pernah berusaha mencari tahu itu apa dan siapa, bahkan saya ingat, saat sedang berada di satu toko kaset sekitar tahun 2000, saya lebih memilih untuk membeli kaset Puppen "Not A Pup" daripada kaset Koil bercover hijau.

Sampai kemudian akhir tahun 2001 atau awal tahun 2002. Saat itu saya sudah hampir lulus kuliah, Trie, pacar saya yang sekarang jadi partner saya untuk seumur hidup, mengajak saya nonton event di SMUN 8 Bandung, nonton Koil katanya. Diajak ke backstage, bengong liat dandanan mereka yang berubah dan berbeda dari waktu pertama kali nonton, bengong liat rambut gimbal vokalis Koil yang kemudian saya tau dipanggil Otong, berkenalan dengan Doni, Leon, Bobi, juga beberapa teman yang lain yang saat itu ada di sana, nonton dan terpesona. Tidak lama dari situ, Februari 2002, Megaloblast dirilis. Saya minta kasetnya, jatuh cinta saat membaca liriknya dan sejak saat itu, telinga saya tidak bisa lepas dari lagunya Koil. Kenal dan berteman baik dengan seluruh anggota band dan bahkan bekerja bersama mereka, adalah bonus. 

Sekarang, pertengahan tahun 2009. Terlalu banyak untuk ditulis jika saya harus bercerita tentang pengalaman saya pribadi dengan Koil. Yang saya mau singgung justru adalah sisi lain dari pertemanan saya dengan band ini, yaitu berkenalan dan berteman dengan banyak fans loyal dari band ini. Salah satunya adalah Jaka Kandaga, yang justru baru bertemu ketika album Blacklight Shines On rilis medio tahun lalu, padahal sudah bertahun-tahun yang lalu dia sering mengunjungi Omuniuum, toko kecil yang saya kelola sampai saat ini...


 Selengkapnya..


SEPULUH KEMASAN ALBUM TERBAIK
12 Februari 2010
 Kategori: Esai & Opini

Ini adalah Sepuluh Kemasan Album Terbaik versi saya sebagai kolektor rilisan musik [baca; kolektor pemula]. Jadi bukan sepuluh album terbaik berdasarkan aliran musik atau artwork cover-nya. List ini saya pilih berdasarkan koleksi yang saya punya, jadi tidak mungkin saya memasukkan kemasan album yang tidak saya miliki atau tidak pernah saya lihat lalu sok tahu dimasukkan ke dalam list...


TOOL - 10000 DAYS [CD]
Tool Dissectional / Volcano Entertainment [2006]

Rilisan ini memiliki segalanya yang saya butuhkan sebagai penikmat musik, yaitu musik art/prog metal yang bagus, kemasan album yang luar biasa tidak umum, video klip yang artistik walaupun selalu bertema gelap dan mistik. Bayangkan saja ada sebuah kaca mata tiga dimensi menempel pada kemasan CD-nya. Pada awalnya saya tidak mengerti mengapa ada dua kaca cembung menempel pada kemasan CD-nya. Lalu setelah saya teliti lebih jauh, ternyata ada efek tiga dimensi ketika kita melihat teks, gambar, foto, dan artwork di dalamnya. Saya benar-benar terheran-heran. Sebenarnya saya terlebih dahulu membeli album ini dalam versi kasetnya dan sempat kecewa dengan album ini karena ada foto para personel Tool yang nampang - padahal Tool dikenal sebagai band dengan imej personil yang misterius pada saat itu. Kini saya mengerti mengapa ada foto-foto tersebut, dengan kaca mata 3D kita dapat melihat background foto para pesonel dengan karakter mereka masing-masing. Memuaskan!...


 Selengkapnya..


DARI KOTA KEMBANG MENUJU KOTA BUNGA
9 Januari 2010
 Kategori: Esai & Opini

Ini adalah kepergian saya untuk kesekian kalinya ke kota Malang. Masih ingat betul pada tahun 1996 untuk pertama kalinya saya datang ke kota Malang. Pada waktu itu saya bersama Forgotten dan Burgerkill pergi ke Malang untuk urusan manggung. Kali ini saya datang bersama rombongan band Ujungberung yang terdiri dari Bleeding Corpse, Jasad dan Disinfected. Tujuannya manggung di acara ulang tahun sebuah distro kolektif kepunyaan kawan saya di Malang...

Sebelumnya, saya pergi ke Malang selalu menggunakan jalur kereta api ekonomi Bandung-Surabaya yang tarifnya masih 15 ribu perak, lalu disambung dengan bis jurusan ke Malang. Sekarang kami berangkat menuju Kediri dengan harga tiket 35 ribu lalu disambung dengan bis ke Malang dengan ongkos 13 ribu. Perjalanan kereta ekonomi dimulai dari stasiun Kiaracondong Bandung pada jam 8 malam. Jumlah rombongan yang berangkat ada 20 orang lengkap dengan pemain band, crew dan pedagang merchandise.

Kondisi kereta ekonomi ternyata sama saja. Kusam, kumuh, reyot dengan kondisi WC yang audubillahimindalik. Malam itu kami pergi meninggalkan Bandung menuju Kediri. Sepanjang jalan gerbong yang kami tempati begitu riuh oleh obrolan dari yang mulai serius curhat sampe bercanda dengan gaya yang keterlaluan. Menjelang tengah malam seksi konsumsi mulai bertugas menjadi bartender. Gelas-gelas plastik berputar berpindah ke setiap bangku. Sajian penghilang penat dan anti masuk angin. Begitulah rayuan mereka untuk sekedar meyakinkan bahwa apa yang kami konsumsi mempunyai manfaat untuk perjalanan panjang ini. Entah berapa botol yang sudah dihabiskan karena setiap kali saya minta makanan justru malah minuman lagi yang diberikan. Paduan wiski dan coke atau kadang rasanya gahar mirip arak cap Orang Tua...


 Selengkapnya..


REVOLUSI MUSIK ROCK DI MALANG
13 Desember 2009
 Kategori: Esai & Opini

Perkembangan musik rock sejak tahun 1960 sampai dengan era 1980-an di Malang, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perkembangan musik rock di kota-kota besar lainnya. Namun, ada perbedaan yang mendasar yang sebenarnya tidak dimiliki oleh pemusik-pemusik kota lain. Yaitu apresiasi dan kreativitas seniman musik rock kota ini yang luar biasa. Terbukti individu-individu seniman musik rock Malang mampu menjadi pioner dalam perkembangan musik rock Indonesia. Sebut saja, dedengkot musik rock Indonesia seperti Ian Antono, Abadi Soesman, Ucok Harahap, Teddy Sudjaya, Totok Tewel, Noldiek, Wiwie Gang Voice, Silvia Sartje dan masih banyak yang lainnya...

Pada era tahun 1960-an, musik aliran Barat [Inggris dan Amerika] dianggap haram oleh pemerintahan Presiden Soekarno. Musik dari negara kapitalis itu disebutnya tidak mencerminkan 'nation and character building'. Tetapi di Malang, pada era tahun itu justru banyak seniman musik bermunculan. Biasanya mereka berkumpul di Sarinah [sekarang Sarinah Plaza] yang terletak di alun-alun kota.

Band pertama yang muncul di Malang, setelah pemberontakan PKI adalah Eka Dasa Taruna yang didirikan oleh Letkol Sudarji [Pendiri Univeristas Merdeka Malang]. Band ini sering melantunkan lagu-lagu Nat King Cole dan Elvis Presley. Artisnya yang terkenal di band ini kala itu adalah Sujarwo, pemetik melodi gitar yang punya speed skill dan harmoni yang belum ada tandingannya di masa itu.

Dari band Eka Dasa Taruna inilah, muncul band dan artis-artis lain yang juga tidak kalah hebatnya pada waktu itu. Seperti Jaguar yang dimotori oleh Intan dan Mickey Cs, kemudian diikuti group band lainnya ; El Vera, Avia Nada, Brahma, Mageta, Moonstair, Sakuntala, Suara Ria dan lain-lain. Bahkan ada pula band cewek yang tidak kalah populernya dengan Dara Puspita pada waktu itu, yaitu Dara Ria yang dimotori oleh Elsi dan Pipit cs. Band-band tersebut rata-rata mendendangkan lagu-lagu The Beatles, The Comets dan Rolling Stones...


 Selengkapnya..


DIARI TUR METAL & LOYALITAS CADAS
13 November 2009
 Kategori: Esai & Opini

Sebuah catatan perjalanan dari kontributor Apokalip yang tiba-tiba ikut dan berada dalam bis rombongan Allegiance To Metal Tour. Kisah singkat mulai dari Bandung, Solo, hingga memasuki pintu gerbang kota Malang. Sekilas pandangan mata dari suasana venue, hotel, dan rute perjalanan yang melibatkan orang-orang berjiwa metal dari Psycroptic, Burgerkill, Nemesis, dan Solucites Metal Concert selaku penyelenggara. It's a true metal tour, and they keep metal alive!...

Score Ciwalk Bandung, 29 0ktober 2009

Ketika memasuki area Score Ciwalk Bandung, di atas panggung sudah ada Burgerkill sedang melantunkan Darah Hitam Kebencian yang langsung dilanjutkan dengan We Will Bleed, Penjara Batin, Shadow of Sorror, Anjing Tanah, Under The Scars dan diakhiri dengan Atur Aku. Burgerkill yang malam itu bermain di 'rumahnya' sendiri serasa tidak percaya bahwa mereka bisa tampil lagi setelah sekian lama 'dipersulit' untuk show di kotanya sendiri. Bagi mereka malam itu mungkin cukup melankolik dan menyentuh. Apalagi konser ini juga merupakan kembalinya drummer mereka, Andris Darwis, pasca cedera lengan beberapa lama. Sayang, saya melewatkan penampilan dari Insuline Coma dan Nemesis yang sudah beraksi sebelumnya. Dengan kemegahan sound system yang dihadirkan, Psycroptic kemudian meningkatkan adrenalin bagi sekitar 300-an penonton yang hadir. Mereka mengusung sembilan lagu, di antaranya Calculator, Isle, Ob(Servant), Harde, Sword, Cleansing, Carnival, Colour, dan ditutup dengan Initiate. Tazmanian tech/death metal group ini tampil cukup solid hingga tengah malam dan menutup rangkaian pertama dari Allegiance To Metal Tour...


 Selengkapnya..



Halaman1 2 3 4 5 6 7   Selanjutnya 


Ke atas..


 Cari
  
(Min. 3 karakter)
 Shortcut
Pilih skin:

  • Semua | RSS
  • Berita | RSS
  • Artikel | RSS
  • Esai & Opini | RSS
  • Resensi | RSS
  • Resensi Musik | RSS
  • Resensi Video | RSS
  • Resensi Buku | RSS
  • Resensi Event | RSS
  • Band Berbahaya | RSS

 Official Partner



 
 
 Berita
25 Februari 2010
Grotesque [Aussie metal acts] bakal melakoni Plague of Pestilence Indonesian Tour di beberapa kota Jawa - Bali pada bulan Juni 2010 nanti.

25 Februari 2010
Band deathmetal asal Jakarta, SiksaKubur, baru saja menyelesaikan album kelimanya berjudul Tentara Merah Darah. Tema album ini konon terinspirasi dari film 300, kisah perlawanan tentara Sparta melawan bangsa Persia.

25 Februari 2010
Pickwolf, Son of Sundance, dan Take This Life bakal bareng dalam launching party rilisan terbaru mereka di Malang, 07 Maret 2010.

25 Februari 2010
Hellbeyond merilis album bertitel Strongest Stand Last di bawah label Rottrevore Records.

25 Februari 2010
Sham 69 [UK punks] bakal show dalam tajuk The Kids Are United Asia Tour 2010 di Bulungan Outdoor Jakarta [18/04] dengan band pembuka No Name [China].


  Selengkapnya..

 Band Berbahaya

  Selengkapnya..

 5 Artikel Terbaru

  Selengkapnya..

 5 Esai&Opini Terbaru

  Selengkapnya..

Ke atas..

Berita | Artikel | Band Berbahaya | Esai & Opini | Resensi Musik | Resensi Video | Resensi Buku | Resensi Event
Galeri Mp3 | Galeri Video | Galeri Gambar | Polling | Jaringan | Agenda | Kuis | Cari | Newsletter | Apokaliptika

2007 - 2008, www.apokalip.com diterbitkan oleh Apokalip Indonesia.
Untuk informasi, kontribusi & kerjasama silahkan hubungi ; info@apokalip.com.

Script&Layout: yodmustdie

Ditampikan dalam waktu 0.10654 detik.