 |
 |
 |
 |
|
 |
 |
|
 |
|
|
![KLUB [CERIA] APOKALIP](/webzine/aset/asetsite/asetgambar/project1.jpg)
KLUB APOKALIP www.klub.apokalip.com
Klub Apokalip merupakan media interaksi berbasis internet yang dikelola oleh Apokalip webzine. Ini forum untuk menjalin komunikasi yang lebih akrab di antara redaksi, kontributor, teman, sahabat, dan pengunjung setia Apokalip.com. Semacam channel bebas buat semua mahluk hidup yang punya passion terhadap aktifitas Apokalip dan dunia musik, kultur, gaya hidup, olahraga, sains, tehnologi, atau apapun juga. Bicara apa saja, bebas. Di sini akan penuh kejutan dan perbincangan. Gabung sekarang juga!
|
|
| 
APOKALIP STRONG MERCHANDISE www.strongmerch.apokalip.com
Apokalip Strong Merch adalah lisensi resmi untuk setiap produk merchandise yang dirilis oleh Apokalip dan pihak rekanannya. Sebagian memang dijual dan beredar di pasaran, tetapi ada juga tidak beredar secara bebas. Di halaman ini akan ditampilkan setiap produk lengkap dengan deskripsi serta segala kisah di balik karya desain, proses produksi, dan nilai-nilai yang ada. Yah, merchandise Apokalip memang selalu unik, konseptual, dan eksklusif. Stay strong & wrong. Always dangerous & gorgeous!...
|
|
| 
RELOADYOURSTEREO www.rys.apokalip.com
ReloadYourStereo merupakan sebuah projekt dari Apokalip.com untuk merilis album rekaman secara digital serta disebarkan secara cuma-cuma [free-download] melalui jaringan internet untuk kepentingan promosi dan dokumentasi karya musik. Slogan kami adalah Global Music Revelation, dengan kata kunci ; internet, digital, mp3, free download, creative-common license, full lyrics & artworks, file-sharing, usb flashdisk, nero express, and burn it down.
|
|
|
| |
 |
|
 |
Apokalip Projekt
|
 |
 |

Sebuah kolom dari beberapa penulis tentang scene dan kehidupan. Bisa jadi esai, opini atau scene report. Terkadang sangat personal dan sektoral. Mungkin rada politis atau provokatif. Atau bisa jadi malah historik dan inspiratif. Hidup adalah wacana, setiap orang tentu berbeda...
|
 |
 |
 |
 |
| HITAM DAN PUTIH AKAN KUTEMPUH BAHAGIA |
|
|
|
Saya kenal Koil sekitar tahun 1999, masih kuliah, belum punya albumnya. Saya diantar kakak saya sedang menonton satu pertunjukan kecil di Bandung. Di panggung ada latar kain hitam bertuliskan huruf K dilingkari 12 bintang. Setelah beberapa band main, muncullah 4 orang laki-laki di panggung, mereka masih manggung memakai baju kotak-kotak, belum memakai atribut khasnya seperti sekarang. Saat itu cuma tahu nama band-nya koil, vokalisnya di panggung tampak cakep, drummer-nya badannya belum sebesar sekarang, gitarisnya dua. Lagi tengah nonton, diajak pulang oleh kakak saya. Sesudah itu, saya tidak pernah lagi menonton mereka manggung, tidak pernah berusaha mencari tahu itu apa dan siapa, bahkan saya ingat, saat sedang berada di satu toko kaset sekitar tahun 2000, saya lebih memilih untuk membeli kaset Puppen "Not A Pup" daripada kaset Koil bercover hijau.
Sampai kemudian akhir tahun 2001 atau awal tahun 2002. Saat itu saya sudah hampir lulus kuliah, Trie, pacar saya yang sekarang jadi partner saya untuk seumur hidup, mengajak saya nonton event di SMUN 8 Bandung, nonton Koil katanya. Diajak ke backstage, bengong liat dandanan mereka yang berubah dan berbeda dari waktu pertama kali nonton, bengong liat rambut gimbal vokalis Koil yang kemudian saya tau dipanggil Otong, berkenalan dengan Doni, Leon, Bobi, juga beberapa teman yang lain yang saat itu ada di sana, nonton dan terpesona. Tidak lama dari situ, Februari 2002, Megaloblast dirilis. Saya minta kasetnya, jatuh cinta saat membaca liriknya dan sejak saat itu, telinga saya tidak bisa lepas dari lagunya Koil. Kenal dan berteman baik dengan seluruh anggota band dan bahkan bekerja bersama mereka, adalah bonus.
Sekarang, pertengahan tahun 2009. Terlalu banyak untuk ditulis jika saya harus bercerita tentang pengalaman saya pribadi dengan Koil. Yang saya mau singgung justru adalah sisi lain dari pertemanan saya dengan band ini, yaitu berkenalan dan berteman dengan banyak fans loyal dari band ini. Salah satunya adalah Jaka Kandaga, yang justru baru bertemu ketika album Blacklight Shines On rilis medio tahun lalu, padahal sudah bertahun-tahun yang lalu dia sering mengunjungi Omuniuum, toko kecil yang saya kelola sampai saat ini...
Selengkapnya..
|
|
 |
 |
 |
 |
| REVOLUSI MUSIK ROCK DI MALANG |
|
|
|
Perkembangan musik rock sejak tahun 1960 sampai dengan era 1980-an di Malang, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perkembangan musik rock di kota-kota besar lainnya. Namun, ada perbedaan yang mendasar yang sebenarnya tidak dimiliki oleh pemusik-pemusik kota lain. Yaitu apresiasi dan kreativitas seniman musik rock kota ini yang luar biasa. Terbukti individu-individu seniman musik rock Malang mampu menjadi pioner dalam perkembangan musik rock Indonesia. Sebut saja, dedengkot musik rock Indonesia seperti Ian Antono, Abadi Soesman, Ucok Harahap, Teddy Sudjaya, Totok Tewel, Noldiek, Wiwie Gang Voice, Silvia Sartje dan masih banyak yang lainnya...
Pada era tahun 1960-an, musik aliran Barat [Inggris dan Amerika] dianggap haram oleh pemerintahan Presiden Soekarno. Musik dari negara kapitalis itu disebutnya tidak mencerminkan 'nation and character building'. Tetapi di Malang, pada era tahun itu justru banyak seniman musik bermunculan. Biasanya mereka berkumpul di Sarinah [sekarang Sarinah Plaza] yang terletak di alun-alun kota.
Band pertama yang muncul di Malang, setelah pemberontakan PKI adalah Eka Dasa Taruna yang didirikan oleh Letkol Sudarji [Pendiri Univeristas Merdeka Malang]. Band ini sering melantunkan lagu-lagu Nat King Cole dan Elvis Presley. Artisnya yang terkenal di band ini kala itu adalah Sujarwo, pemetik melodi gitar yang punya speed skill dan harmoni yang belum ada tandingannya di masa itu.
Dari band Eka Dasa Taruna inilah, muncul band dan artis-artis lain yang juga tidak kalah hebatnya pada waktu itu. Seperti Jaguar yang dimotori oleh Intan dan Mickey Cs, kemudian diikuti group band lainnya ; El Vera, Avia Nada, Brahma, Mageta, Moonstair, Sakuntala, Suara Ria dan lain-lain. Bahkan ada pula band cewek yang tidak kalah populernya dengan Dara Puspita pada waktu itu, yaitu Dara Ria yang dimotori oleh Elsi dan Pipit cs. Band-band tersebut rata-rata mendendangkan lagu-lagu The Beatles, The Comets dan Rolling Stones...
Selengkapnya..
|
|
 |
 |
 |
 |
| DIARI TUR METAL & LOYALITAS CADAS |
|
|
|
Sebuah catatan perjalanan dari kontributor Apokalip yang tiba-tiba ikut dan berada dalam bis rombongan Allegiance To Metal Tour. Kisah singkat mulai dari Bandung, Solo, hingga memasuki pintu gerbang kota Malang. Sekilas pandangan mata dari suasana venue, hotel, dan rute perjalanan yang melibatkan orang-orang berjiwa metal dari Psycroptic, Burgerkill, Nemesis, dan Solucites Metal Concert selaku penyelenggara. It's a true metal tour, and they keep metal alive!...
Score Ciwalk Bandung, 29 0ktober 2009
Ketika memasuki area Score Ciwalk Bandung, di atas panggung sudah ada Burgerkill sedang melantunkan Darah Hitam Kebencian yang langsung dilanjutkan dengan We Will Bleed, Penjara Batin, Shadow of Sorror, Anjing Tanah, Under The Scars dan diakhiri dengan Atur Aku. Burgerkill yang malam itu bermain di 'rumahnya' sendiri serasa tidak percaya bahwa mereka bisa tampil lagi setelah sekian lama 'dipersulit' untuk show di kotanya sendiri. Bagi mereka malam itu mungkin cukup melankolik dan menyentuh. Apalagi konser ini juga merupakan kembalinya drummer mereka, Andris Darwis, pasca cedera lengan beberapa lama. Sayang, saya melewatkan penampilan dari Insuline Coma dan Nemesis yang sudah beraksi sebelumnya. Dengan kemegahan sound system yang dihadirkan, Psycroptic kemudian meningkatkan adrenalin bagi sekitar 300-an penonton yang hadir. Mereka mengusung sembilan lagu, di antaranya Calculator, Isle, Ob(Servant), Harde, Sword, Cleansing, Carnival, Colour, dan ditutup dengan Initiate. Tazmanian tech/death metal group ini tampil cukup solid hingga tengah malam dan menutup rangkaian pertama dari Allegiance To Metal Tour...
Selengkapnya..
|
|
 |
 |
Halaman:
1 2 3 4 5 6 7
Selanjutnya
|
Ke atas..
|
 |
|
 |
|
|
 |
   |
 |
|
 |
 |
 |
|