KLUB [CERIA] APOKALIP

KLUB APOKALIP
www.klub.apokalip.com

Klub Apokalip merupakan media interaksi berbasis internet yang dikelola oleh Apokalip webzine. Ini forum untuk menjalin komunikasi yang lebih akrab di antara redaksi, kontributor, teman, sahabat, dan pengunjung setia Apokalip.com. Semacam channel bebas buat semua mahluk hidup yang punya passion terhadap aktifitas Apokalip dan dunia musik, kultur, gaya hidup, olahraga, sains, tehnologi, atau apapun juga. Bicara apa saja, bebas. Di sini akan penuh kejutan dan perbincangan. Gabung sekarang juga!
APOKALIP STRONG MERCHANDISE

APOKALIP STRONG MERCHANDISE
www.strongmerch.apokalip.com

Apokalip Strong Merch adalah lisensi resmi untuk setiap produk merchandise yang dirilis oleh Apokalip dan pihak rekanannya. Sebagian memang dijual dan beredar di pasaran, tetapi ada juga tidak beredar secara bebas. Di halaman ini akan ditampilkan setiap produk lengkap dengan deskripsi serta segala kisah di balik karya desain, proses produksi, dan nilai-nilai yang ada. Yah, merchandise Apokalip memang selalu unik, konseptual, dan eksklusif. Stay strong & wrong. Always dangerous & gorgeous!...
RELOADYOURSTEREO - Apokalip Online Music Share

RELOADYOURSTEREO
www.rys.apokalip.com

ReloadYourStereo merupakan sebuah projekt dari Apokalip.com untuk merilis album rekaman secara digital serta disebarkan secara cuma-cuma [free-download] melalui jaringan internet untuk kepentingan promosi dan dokumentasi karya musik. Slogan kami adalah Global Music Revelation, dengan kata kunci ; internet, digital, mp3, free download, creative-common license, full lyrics & artworks, file-sharing, usb flashdisk, nero express, and burn it down.
 

Apokalip Projekt    



Rockshow a.k.a konser cadas makin seru, marak dan menyenangkan. Mulai dari yang berskala music-fest, konser tunggal, sampai gigs atau showcase sekalipun. Yes, the show must goes on...

FRIDAY THE THIRTEEN
15 Juli 2008
 Kategori: Resensi, Resensi Event
 Ukuran Font: Kecil , Sedang , Besar

Tembok Jericho seakan memagari kota Malang pada hari Jum'at, 13 Juni 2008. Oh no, it's Friday The Thirteen. Menjebak ribuan anak muda dari berbagai daerah untuk datang berduyun menyaksikan Walls of Jericho, kelompok female-fronted hardcore yang kesohor asal Detroit, USA. Band ini hadir bersama schedule yang ketat, aksi yang cemerlang, dan syal Arema di atas panggung. Friday the 13th is [not always] your worst nightmare!....

Konser dimulai sekitar pukul 19.30 bersama band pembuka Primitive Chimpanzee. Badut-badut thrashing-hardcore ini naik pentas bak jagoan asal pulau Madura dengan kaos bergaris merah putih dan celana gombrong hitam yang penuh jahitan warna-warni. Sepintas ada asesoris jaran kepang dan reog ponorogo. Kostum mereka memang semeriah musiknya. Irama hardcore yang lugas dengan intensitas thrash metal yang agressif. Malam itu, Viktor dkk melantunkan S.O.S, Awas Anjing Galak, Dead Monkey Squad, Hardcore Pret, Rawon of Tuyul dan Raining Blood-nya Slayer. Sekitar 30 menit kemudian, panggung berpindah menjadi medan tempur bagi Screaming Factor. Novi dkk tampil rapi dan cukup istimewa. Mereka mengusung Behind The Fangs, Eyeless Crown, Welcome Pieces, All My Life [Foo Fighter covers], hingga I'm Still Broken While You Become A Mirror. Dua band pembuka ini telah membuktikan bahwa mereka masih berbahaya dan pantas menjadi ancaman dari scene cadas Malang.

Candace Kucsulain [vokal], Chris Rawson [gitar], Mike Hasty [gitar], Dustin Schoenhofer [drum], dan Aaron Ruby [bass] satu-persatu naik ke panggung diiringi dengan sebuah intro yang megah dan heroik. Tanpa basi-basi Walls of Jericho [WOJ] langsung menghajar kuping-kuping yang sudah sekian lama menanti. "We are here but not to entertain you!" seru Candace kepada sekitar 2000 crowd yang memadati venue Dome UMM. Perempuan bongsor ini memang dikenal selalu heboh di setiap panggungnya. Gerakannya sungguh enerjik dan luwes. Dia seperti menari, atau bahkan aerobik di atas stage?! Damn, she's so hot and powerfull. She's like a wonderwoman. Entah berapa kali pula dia memprovokasi penonton untuk turun dari tribun dan mengajak 'penduduk moshpit' untuk terus bergerak. Komando yang meluncur dari mulut Candace seperti "C'mon, makes some noise!" atau "Turn around, turn around!" juga diucapkan berkali-kali sambil memutar-mutarkan tangannya. Crowd pun tidak tinggal diam. Mereka ikut larut dalam aksi WOJ yang prima dan memecah moshpit menjadi begitu seru serta menakjubkan. Pogo, slam dan diving seakan tidak pernah berakhir sejak awal lagu pertama. Menjadi gelombang arena moshpit yang besar. Suatu pemandangan yang keren. Terus terang cukup lama penulis tidak melihat moshpit seramai ini semenjak konser The Exploited di lokasi yang sama, dua tahun lalu.


Well, kinerja WOJ malam itu rasanya sangat layak untuk ditiru oleh band-band lokal. Bayangkan, mereka hanya datang berenam - tanpa kru tehnisi dan hanya mengajak seorang perempuan cantik yang berperan sebagai sound engineer merangkap road manager WOJ dalam tour kali ini. Hasilnya sungguh luar biasa. Mutu sound yang keluar cukup terjaga, dan mereka terbukti tetap bisa bekerja secara efektif serta profesional. Padahal pagi tadi Candace dkk masih berangkat dari Singapore menuju Surabaya, terus langsung ke Malang untuk check-in hotel, wawancara radio, soundcheck dan tanpa kembali ke hotel mereka siap tampil di atas panggung. "Nanggung ah balik ke hotel, kita standby di venue aja. Mau liat band pembuka sambil prepare buat show kita nanti. Gak papa biar sekalian capeknya!" ujar Candace ketika ditemui penulis di backstage sehabis soundcheck sore harinya. Itu mungkin belum seberapa. Sehabis show di Malang mereka musti segera istirahat dan bangun jam tiga subuh untuk melanjutkan trip ke Jakarta untuk manggung di sana malam harinya. Wuih! Mungkin mitos itu benar, tour bagi sebuah band itu sangatlah biadab. Mirip dengan perjalanan tanpa istirahat, persiapan matang dan tuntutan fisik yang prima. Siapkah [band] anda?!...

Kalau dilihat secara produksi, show malam itu memang cukup baik dan lancar. Sebagian malah menganggap terlalu rapi dan ketat. Terbukti dari jumlah aparat keamanan yang agak berlebihan. Pintu loket dan barikade yang mirip tembok dan sulit ditembus. Kadang juga tampak koordinasi panitia yang agak keteteran dan repot sendiri. Sementara kerja sound dan lighting cukup prima. Penonton juga tertib dan tampak bersenang-senang. A good show anyway...

Balik ke suasana konser, highlight malam itu terjadi di kala encore, saat Candace kembali naik ke panggung dengan mengenakan syal Arema di lehernya. Sontak penonton menyambut riuh pemandangan tersebut. Setelah beberapa lagu tambahan, Candace dkk pamit sambil terus memuji seluruh crowd atas semua sambutan hangat yang mereka terima. Apalagi dia mengaku kalau konser malam ini adalah show pertama WOJ setelah masa jeda selama lima bulan. Pantas saja mereka tampak begitu bersemangat dan puas menyaksikan respon penonton malam itu. "Yeah, you're all the great crowds. And we loves you!..."

[lucifersam]
Foto oleh CakBless + Oox

Dari atas stage setelah konser, penulis mencabut lembaran setlist WOJ yang ditulis tangan oleh Candace. Urutan lagunya seperti ini ; Intro / Little / And Hope / Through / Welcome / The Prey / Hollywood / Try.Fail.Repeat / Day / American Dream / No I / Plastic / Playing / All / Trigger / Revival.




Bookmark:

Bookmark this on google Bookmark this on del.icio.us Submit this to digg Bookmark this at yahoo Bookmark this at reddit Bookmark this at furl

  Lainnya...



 Teks..   pdf..   Lo-ver..   Beritahu Teman..   Cetak..   Kembali..





Ke atas..


 Cari
  
(Min. 3 karakter)
 Shortcut
Pilih skin:
 Official Partner



 
 
 Berita
20 November 2008
Polyester Embassy, BottleSmoker, Fan, dan My Beautiful Life tampil pada event Come To Respect di Waroeng Jip, Malang [29/11].

13 November 2008
Simak profil Bleeding Corpse dalam rubrik Band Berbahaya di Apokalip. Unduh juga koleksi lagu dan video-nya di halaman Galeri. It's a bleedstory...

13 November 2008
Dua lagu baru telah diterbitkan di situs demotape YNW. Lagu pertama milik Frau yang berjudul Mesin Penenun Hujan. Lagu kedua berjudul Trouble milik Hengky Strawberry yang merupakan hasil remix dari lagu milik Dojihatori.

13 November 2008
Khusus untuk yang memiliki tiket konser As I lay Dying bisa reservasi tiket Lamb of God dengan harga spesial 275.000 [dari harga normal 375.000] di venue konser AILD, 27 November 2008.

13 November 2008
Efek Rumah Kaca berkarya bersama fotografer Angki Purbandono pada album kedua bertajuk Kamar Gelap - sebuah paket kemasan audio-photography yang akan dirilis 19 Desember 2008.


  Selengkapnya..

 Band Berbahaya

  Selengkapnya..

 5 Artikel Terbaru

  Selengkapnya..

 5 Esai&Opini Terbaru

  Selengkapnya..

Ke atas..

Berita | Artikel | Band Berbahaya | Esai & Opini | Resensi Musik | Resensi Video | Resensi Buku | Resensi Event
Galeri Mp3 | Galeri Video | Galeri Gambar | Polling | Jaringan | Agenda | Kuis | Cari | Newsletter | Apokaliptika

2007 - 2008, www.apokalip.com diterbitkan oleh Apokalip Indonesia.
Untuk informasi, kontribusi & kerjasama silahkan hubungi ; info@apokalip.com.

Script&Layout: yodmustdie

Ditampikan dalam waktu 0.26066 detik.