KLUB [CERIA] APOKALIP

KLUB APOKALIP
www.klub.apokalip.com

Klub Apokalip merupakan media interaksi berbasis internet yang dikelola oleh Apokalip webzine. Ini forum untuk menjalin komunikasi yang lebih akrab di antara redaksi, kontributor, teman, sahabat, dan pengunjung setia Apokalip.com. Semacam channel bebas buat semua mahluk hidup yang punya passion terhadap aktifitas Apokalip dan dunia musik, kultur, gaya hidup, olahraga, sains, tehnologi, atau apapun juga. Bicara apa saja, bebas. Di sini akan penuh kejutan dan perbincangan. Gabung sekarang juga!
APOKALIP STRONG MERCHANDISE

APOKALIP STRONG MERCHANDISE
www.strongmerch.apokalip.com

Apokalip Strong Merch adalah lisensi resmi untuk setiap produk merchandise yang dirilis oleh Apokalip dan pihak rekanannya. Sebagian memang dijual dan beredar di pasaran, tetapi ada juga tidak beredar secara bebas. Di halaman ini akan ditampilkan setiap produk lengkap dengan deskripsi serta segala kisah di balik karya desain, proses produksi, dan nilai-nilai yang ada. Yah, merchandise Apokalip memang selalu unik, konseptual, dan eksklusif. Stay strong & wrong. Always dangerous & gorgeous!...
RELOADYOURSTEREO - Apokalip Online Music Share

RELOADYOURSTEREO
www.rys.apokalip.com

ReloadYourStereo merupakan sebuah projekt dari Apokalip.com untuk merilis album rekaman secara digital serta disebarkan secara cuma-cuma [free-download] melalui jaringan internet untuk kepentingan promosi dan dokumentasi karya musik. Slogan kami adalah Global Music Revelation, dengan kata kunci ; internet, digital, mp3, free download, creative-common license, full lyrics & artworks, file-sharing, usb flashdisk, nero express, and burn it down.
 

Apokalip Projekt    



Coba kunjungi toko buku atau perpustakaan. Banyak buku-buku menarik di luar sana. Novel, roman, biografi, bahkan komik. Ini rubrik yang sangat pro-pemerintah, ayo galakkan minat baca!...

  Lupakan Saja!  Buruk  Lumayan
  Bagus  Keren Banget  Juara!

GET IN THE VAN ; Henry Rollins
2 Agustus 2008
 Kategori: Resensi, Resensi Buku
 Ukuran Font: Kecil , Sedang , Besar

GET IN THE VAN
Henry Rollins
2.13.61 Publishing




Tidak banyak buku yang mengupas langkah dan perjalanan sebuah kelompok musik rock dengan begitu jujur dan komplit. Kalaupun ada kebanyakan bertutur tentang kisah grup musik itu saat mencapai popularitas dan kesuksesan. Memang kebanyakan masyarakat menganggap popularitas bagi seniman, musisi, atau artis adalah sesuatu hal yang menyenangkan. Kepopuleran mereka diyakini sebagai anugerah serta keberuntungan yang banyak diidamkan oleh para musisi muda. Mereka yang sering membayangkan bahwa perjalanan show atau tour grup musik itu penuh glamour, hotel berbintang, panggung megah, perempuan cantik, kejaran pers dan histeria fans - akan segera sirna setelah membaca beberapa tulisan di buku ini. "...By turns bluntly sobering and darkly hilarious, 'Get In The Van' is a fascinating firsthand look into the band that defined a sound and attitude of an era." Begitulah kalimat yang tertulis pada halaman depan buku yang berjudul asli Get In The Van ; On The Road With Black Flag ini. Sang vokalis Henry Rollins mengisahkan kembali perjalanan karir band-nya sejak awal bergabung di tahun 1981 sampai bubar di tahun 1986. Dekade 80-an merupakan era penting bagi perkembangan musik punk/hardcore di Amerika Serikat. Bahkan dianggap sebagai tonggak awal progresi jenis musik punk/hardcore, yang diusung oleh kelompok-kelompok macam Minor Threat, Dead Kennedy's, The Circle Jerks atau Black Flag sendiri. Sehingga dikenal istilah New York Hardcore ataupun 80's Hardcore di kalangan penggemar musik cadas sampai saat ini. Henry Rollins adalah seorang pencinta musik keras yang bekerja sebagai penjaga toko es krim. Pertama kali ia mengenal Black Flag saat menonton show mereka di Washington DC. Setelah kenal baik dengan para personilnya, barulah dia ditawari untuk mengisi posisi singer di band tersebut. Sejak itu ia resmi bergabung sebagai vokalis salah satu sindikat punk/hc yang cukup berpengaruh di Amerika Serikat. Henry memaparkan cuplikan kisah-kisah perjalanan karir mereka dari hari ke hari, dari berbagai tempat di sela rangkaian tour-nya di Amerika dan Eropa. Buku ini juga ibarat cuplikan jurnal atau buku harian baginya. "What you've got here is all the journal entries from 1983 to 1986 and two chapters detailing events in 1981 and 1982 when I wasn't keeping a journal..." Di fase awal karir Henry bersama Black Flag, dia selaku 'orang baru' masih merasa jengah dengan apresiasi publik yang meragukan kemampuannya. Untung para anggota band serta sobat karibnya, Ian macKaye [frontman Minor Threat] itu kerap memberi dukungan kepadanya. Saat tur di Eropa, mereka mendapatkan ujian yang cukup berat dari band lain, kalangan pers maupun publik setempat yang banyak merendahkan kemampuan band asal Amerika Serikat. Selama karir Henry bersama Black Flag, mereka telah melakukan tur ke berbagai tempat, mulai dari New York sampai dengan Vienna. Termasuk di antaranya gigs yang biasa digelar di klub, hall, maupun acara party yang berlangsung hampir setiap hari. Bahkan pada awal tahun 1985, Black Flag beberapa kali tampil secara instrumental saat show di California. Mereka menyewa van yang menjadi 'markas' bagi seluruh anggota band dan roadies-nya. Van itu pula yang mereka kendarai dari satu tempat ke tempat yang lain. Termasuk tinggal dan tidur di dalamnya jika tidak ada rumah kenalan yang bisa dikunjungi. Setiap kali akan show, mereka lebih sering berkeliling di jalan-jalan kota menyebarkan flyers atau pamflet sambil menginformasikan konsernya sendiri kepada publik. Sungguh unik, sebab jarang ada musisi atau artis yang mau capek keliling kota mempublikasikan dan menyebarkan poster konsernya sendiri. Berbagai pengalaman menarik yang mungkin patut disimak adalah saat mereka dibenci dan kerap dilempari oleh penonton. Terkadang hal tersebut berimbas pada perkelahian masal di antara penonton sendiri. Mereka juga pernah ditangkap polisi setempat karena dianggap biang rusuh atau kumpulan berandalan. Pengalaman buruk juga terjadi saat mereka ditipu oleh pihak promotor show, atau mulai dijelek-jelekkan oleh band lain yang merasa tersaingi. Memang, setelah membaca penggalan kisah demi kisah yang diungkapkan dalam buku ini, semakin banyak pula fenomena menarik yang terjadi dalam perjalanan sebuah band independen yang teguh memegang jargon do it yourself-nya. Henry sekarang masih eksis sebagai vokalis Rollins Band. Dia juga dikenal sebagai penulis serta spoken word performer yang sering diundang tampil di berbagai teater dan kampus-kampus perguruan tinggi di Amerika Serikat maupun Eropa. Dia juga seorang aktor, yang pernah bermain dalam film The Chase dan Johnny Mnemonic. Pada tahun 1988, Henry mendirikan usaha penerbitan yang diberi nama 2.13.61 Publishing, untuk merilis karya-karya seniman sekaligus penulis berbakat seperti Nick Cave, Henry Miller, Iggy Pop, Ross Halfin, maupun karya Henry sendiri. Dia telah menulis banyak esai, puisi maupun cerita pendek. Beberapa karyanya yang lain juga sudah dipublikasikan, seperti High Adventure in The Great Outdoors, Black Coffee Blues, The First Five ataupun Eye Scream. Buku yang tersedia pula dalam format spoken word audio [CD dan kaset] ini juga menyuguhkan gambar dan foto-foto mereka saat onstage, backstage, touring, bersama fans dan kerabat, sampai proses rekaman di studio. Juga banyak gambar-gambar ilustrasi poster, flyers dan tiket konser mereka di berbagai tempat. Plus jadwal tur Black Flag mulai dari 1981 sampai 1986. Alhasil buku ini ibarat dokumentasi paling lengkap tentang perjalanan karir Black Flag. Get In The Van juga menegaskan seorang manusia kelas bawah biasa bernama Henry yang ingin meraih impiannya dengan segala pola pikir positif. Seperti yang dia ungkapkan sendiri di akhir lembaran buku setebal 258 halaman ini, "...This is what I do. This is who I am. I am a guy who used to work at an ice cream store in Washington DC. I am of average intelligence. There's nothing special about me. If I can get this far, I would be very surprised if you couldn't get at least twice as far. Fuck them. Keep your blood clean, your body lean and your mind sharp." [livingOz]




Bookmark:

Bookmark this on google Bookmark this on del.icio.us Submit this to digg Bookmark this at yahoo Bookmark this at reddit Bookmark this at furl

  Lainnya...



 Teks..   pdf..   Lo-ver..   Beritahu Teman..   Cetak..   Kembali..





Ke atas..


 Cari
  
(Min. 3 karakter)
 Shortcut
Pilih skin:
 Official Partner



 
 
 Berita
20 November 2008
Polyester Embassy, BottleSmoker, Fan, dan My Beautiful Life tampil pada event Come To Respect di Waroeng Jip, Malang [29/11].

13 November 2008
Simak profil Bleeding Corpse dalam rubrik Band Berbahaya di Apokalip. Unduh juga koleksi lagu dan video-nya di halaman Galeri. It's a bleedstory...

13 November 2008
Dua lagu baru telah diterbitkan di situs demotape YNW. Lagu pertama milik Frau yang berjudul Mesin Penenun Hujan. Lagu kedua berjudul Trouble milik Hengky Strawberry yang merupakan hasil remix dari lagu milik Dojihatori.

13 November 2008
Khusus untuk yang memiliki tiket konser As I lay Dying bisa reservasi tiket Lamb of God dengan harga spesial 275.000 [dari harga normal 375.000] di venue konser AILD, 27 November 2008.

13 November 2008
Efek Rumah Kaca berkarya bersama fotografer Angki Purbandono pada album kedua bertajuk Kamar Gelap - sebuah paket kemasan audio-photography yang akan dirilis 19 Desember 2008.


  Selengkapnya..

 Band Berbahaya

  Selengkapnya..

 5 Artikel Terbaru

  Selengkapnya..

 5 Esai&Opini Terbaru

  Selengkapnya..

Ke atas..

Berita | Artikel | Band Berbahaya | Esai & Opini | Resensi Musik | Resensi Video | Resensi Buku | Resensi Event
Galeri Mp3 | Galeri Video | Galeri Gambar | Polling | Jaringan | Agenda | Kuis | Cari | Newsletter | Apokaliptika

2007 - 2008, www.apokalip.com diterbitkan oleh Apokalip Indonesia.
Untuk informasi, kontribusi & kerjasama silahkan hubungi ; info@apokalip.com.

Script&Layout: yodmustdie

Ditampikan dalam waktu 0.36857 detik.