KYLESA
Static Tensions
Prosthetic
Static Tensions bukanlah tipe album yang harus didengarkan berulang-ulang untuk mendapatkan kepuasan maksimal, tapi juga bukan album yang langsung dapat dicerna dengan disimak sekali. Walaupun lagu pertama,
Scapegoat, sudah cukup menyita perhatian, ternyata keseluruhan album ini mampu membuat kita akan lebih serius menyimak secara detil, lagu per lagu. Setelah didengarkan sebanyak tiga kali, saya berani mengatakan album ini adalah album Kylesa terbaik. Album ke-empat ini menyempurnakan apa yang menjadi kekurangan mereka dalam album sebelumnya,
Time Will Fuse It's Worth. Memadukan stoner, doom, crust, sludge, hard rock dengan classic rock, alternatif juga progresif rock, Kylesa tidak hanya orisinil, tapi juga mampu menjadi band jajaran atas untuk hal tersebut. Perbandingan dengan
Crack The Skye dari Mastodon akan terjadi - tapi kalau Mastodon adalah sang malaikat, maka Kylesa adalah sebaliknya. Ya, perbandingan dengan band seperti Mastodon atau Baroness yang juga berasal dari Georgia Atlanta ini tak terhindarkan. Sepertinya ada benang merah yang dimiliki oleh para band-band ini, namun eksekusi akhirnya positif, dan masing-masing band memiliki sound khas tersendiri. Karakter vokal gitaris Phillip Cope yang biasanya cukup monoton, dalam
Static Tensions jauh lebih bermelodi tanpa menghilangkan karakter kasarnya, sementara vokal gitaris Laura Peasants juga kadang menyarukan vokal pria dan wanita, Laura bernyanyi pelan, doomy, hingga berteriak dengan powerful dan juga memiliki melodi yang cukup cantik dan harsh. Simak lagu terakhir,
To Walk Alone, yang mampu menjadi lagu penutup yang cantik dalam album ini. Balada psikadelik, anyone?! Sementara permainan dua gitar ini saling mengisi dan nampak lebih fokus. Eksplorasi dual drum semakin mantap, dan sangat kompak, bayangkan Genesis terlalu banyak mengkonsumsi crystal meth dan acid. Bicara soal meth dan acid, lagu
Unknown Pleasures cukup psikedelik, dan
Running Red adalah lagu trance ala musik Om yang digarap Kylesa. Intro piano yang kelam disambung dengan raungan gitar yang crusty dan heavy dengan riff ter-influence oleh Black Sabbath. Kembali ke perkusi, duo drummer Carl McGinley dan Eric Hernandez seakan berperang dengan instrumennya, saling berhadapan, kadang saling mengisi dan kebanyakan bermain bersama dengan kompak dan unsur heavy menjadi semakin maksimal. Selain di track pertama, juga terasa pada track
Only One. Dalam album ini, serangan dual drum ini tidak mungkin tidak menarik perhatian. Bassist Javier Villegas pun seakan tidak tertinggal, dan dentuman bass-nya yang berdistorsi dan sering menjadi ritem lagu tidak dapat disepelekan. Unsur thrash metal juga dapat ditemukan pada
Nature's Predators, riff-riff nan kuat, pecah ke beat yang sludgy dengan vokal yang bermelodi. Diproduseri sendiri oleh Phillip Cope, yang sepertinya mengenali karakter musik sendiri dan kemudian diekspos dan dimaksimalkan berhasil dicapai. Salah satu sound album metal yang patut diperhitungkan tahun ini. Kalau kalian adalah pendengar dari High On Fire, Amebix, Mastodon, atau Baroness, maka
Static Tensions is a must. Kalau kalian pendengar musik yang heavy, this is a must. Dan kalian pendengar awam musik rock dan metal, saya kira anda perlu mencoba mendengarkan
Static Tensions. Highly recommended, album ini kini mendapat rotasi tinggi dalam player saya!...
[arian13]