MORRISSEY
Years of Refusal
Lost Highway / Polydor
Morrissey, or Moz, is back. And I'm kinda late to review this, but what the fuck. Tidak terasa memang, tapi sudah tiga tahun sejak Moz merilis album
Ringleaders of The Tormentors. Tidak seperti album itu yang tidak banyak menimbulkan kesan,
Years of Refusal seakan kembali ke kualitas album seperti
You Are The Quarry. Terlihat dengan lagu pembuka
Something Is Squeezing My Skull, saya ragu kalau penggemar musik tidak akan ikut bernyanyi dan menggerak-gerakkan kaki terutama di ending lagu.
"I know by now you think I should straightened myself out. Thank you, drop dead.", celoteh khas Moz, dengan gitar yang crunchy dan ketukan upbeat masih menjadi andalan Moz. Selain itu, singel
I'm Throwing My Arms Around Paris memang menjadi nomor yang catchy dan klasik, juga dalam lagu
That's How People Grow Up.
Mama Lay Softly On The Riverbed adalah nomor yang cukup unik dengan sound keyboard yang seperti berdistorsi dan samar dengan gitar.
Black Cloud menampilkan musisi tamu Jeff Beck yang memainkan gitar, dan cukup stand out dalam memperkaya musik Moz. Dentuman bass dalam
All You Need Is Me yang mengiringi lirik sarkastik dan humor,
"There's so much destruction all over the worl, and all you do is complaining about me." Kemudian ditutup,
"You're gonna miss me when I'm gone" yang seakan tetap mengukuhkan kepercayaan Moz. Lagu ini dan
That's How People Grow Up sebenarnya sempat dirilis di album
Greatest Hits tahun 2008 kemarin.
You Were Good In Your Time menjadi pilihan lagu balada dan downtempo di sini, lengkap dengan aransemen string.
It's Not Your Birthday Anymore seperti lagu yang memendam marah, disampaikan dengan style Moz. Aransemen musiknya sendiri cukup unik dan cantik, dan mungkin kekinian tapi dipadu dengan melodi vokal Moz, menjadi tetap berada di jalur musik khas Moz. Diproduseri oleh Jerry Finn [The Offspring, Green Day, Bad Religion, dan lainnya],
Years of Refusal memang tidak banyak menawarkan sesuatu yang baru. Tapi seperti Motorhead, Moz adalah yang terbaik di genre-nya. Finn cukup mem-push Moz dengan musik dan liriknya yang khas menjadi lebih maksimal, termasuk merekam semua lagu secara live di studio untuk mencapai sound yang sesuai. Album ini memang bukan yang terbaik dari Moz, tapi sebagai pemuas dahaga,
Years of Refusal mampu mengisi hal tersebut. Sebuah album must have untuk mereka die-hard fans, tapi juga tidak akan menyakitkan kalau dikoleksi siapapun.
[arian13]