 |
 |
 |
 |
|
 |
 |
|
 |
|
|
![KLUB [CERIA] APOKALIP](/webzine/aset/asetsite/asetgambar/project1.jpg)
KLUB APOKALIP www.klub.apokalip.com
Klub Apokalip merupakan media interaksi berbasis internet yang dikelola oleh Apokalip webzine. Ini forum untuk menjalin komunikasi yang lebih akrab di antara redaksi, kontributor, teman, sahabat, dan pengunjung setia Apokalip.com. Semacam channel bebas buat semua mahluk hidup yang punya passion terhadap aktifitas Apokalip dan dunia musik, kultur, gaya hidup, olahraga, sains, tehnologi, atau apapun juga. Bicara apa saja, bebas. Di sini akan penuh kejutan dan perbincangan. Gabung sekarang juga!
|
|
| 
APOKALIP STRONG MERCHANDISE www.strongmerch.apokalip.com
Apokalip Strong Merch adalah lisensi resmi untuk setiap produk merchandise yang dirilis oleh Apokalip dan pihak rekanannya. Sebagian memang dijual dan beredar di pasaran, tetapi ada juga tidak beredar secara bebas. Di halaman ini akan ditampilkan setiap produk lengkap dengan deskripsi serta segala kisah di balik karya desain, proses produksi, dan nilai-nilai yang ada. Yah, merchandise Apokalip memang selalu unik, konseptual, dan eksklusif. Stay strong & wrong. Always dangerous & gorgeous!...
|
|
| 
RELOADYOURSTEREO www.rys.apokalip.com
ReloadYourStereo merupakan sebuah projekt dari Apokalip.com untuk merilis album rekaman secara digital serta disebarkan secara cuma-cuma [free-download] melalui jaringan internet untuk kepentingan promosi dan dokumentasi karya musik. Slogan kami adalah Global Music Revelation, dengan kata kunci ; internet, digital, mp3, free download, creative-common license, full lyrics & artworks, file-sharing, usb flashdisk, nero express, and burn it down.
|
|
|
| |
 |
|
 |
Apokalip Projekt
|
 |
 |

Coba kunjungi toko buku atau perpustakaan. Banyak buku-buku menarik di luar sana. Novel, roman, biografi, bahkan komik. Ini rubrik yang sangat pro-pemerintah, ayo galakkan minat baca!...
Lupakan Saja! | Buruk | Lumayan | Bagus | Keren Banget | Juara! |
|
 |
 |
 |
 |
| THE FIRST FIVE ; Henry Rollins |
|
|
|
THE FIRST FIVE
Henry Rollins
2.13.61 Publishing
The First Five memuat karya-karya Henry Rollins yang tersebar ke dalam lima judul buku terpisah. Buku ini dia kerjakan di sela perjalanan tur-nya bersama Black Flag ke berbagai negara. Sebagai seorang artis yang multi-talenta [musisi, penulis dan spoken word performer], Henry berhasil memandang kompleksitas hidup dan fenomena keseharian dengan visi yang begitu jujur dan khas. Bagian pertama dari buku ini berjudul High Adventure In The Great Outdoor. Berisi kumpulan esai, puisi, cerita pendek dan naskah spoken-word yang hampir semuanya tanpa judul. Begitu singkat dan straight ibarat personal diary bagi Henry sendiri. Ego dan emosi Henry seakan tumpah. Perasaan menyendiri dan keterasingan atau alienasi begitu mendominasi. Seperti yang terbaca pada cuplikan salah satu puisinya, " I look the mirror but can't see myself / the one that i can't see is the one that i am / the one that i can't be is the one in demand." Atau pada penggalan puisinya yang lain, " ...The door's been closed for so long / there's something down there / it's so quiet / no one comes to my house." Kemudian, Pissing In The Gene Pool merupakan sesi berikutnya. Bab ini mengantarkan kita menuju dunia pikiran Henry yang lain. Rasanya Henry mulai peduli dengan kondisi di sekitarnya. Tampak apresiasinya kepada sahabat, pekerja, wanita, nilai-nilai sosial dan sisi universal lainnya. Esai dan short stories-nya di sini terinspirasi dari pengalamannya di jalanan. Baik itu ketika sendirian, bersama band, fans atau teman-temannya. " Why do people allow themselves to be compromised? Why will they give themselves away again and again? Why are those who stand up for themselves shunned, scorned and hated? Fear. Fear of being alone. Fear of being..." Sementara Bang! adalah bagian selanjutnya dari buku setebal 399 halaman ini. Di sini kita mendapati kumpulan puisi dan sajak terbaiknya, seperti Knife Street, American Hardcore, After Burn, Black Sabbath sampai Tiny Master dan Golden Boy. Pada bagian ini kita akan melihat Henry cukup sukses merangkai kalimat-kalimat indah menjadi satu karya yang kaya akan makna. Sebuah sense yang tinggi terhadap seni menulis telah ia buktikan di sini. " I used to love you / i still do / so selfish / i love the old you / the you that doesn't shoot drugs / the you that didn't get beat on by men...[After Burn] - "...I will show you my world / i will bring it home / my beauty / the summer nights of fire and truth / can you see it?..." [Black Sabbath]. Well, mari lanjut ke Art To Choke Hearts, bagian paling panjang yang berisi cuplikan stori dan fiksi pendek. Kebanyakan diambil dari cerita tur bareng Black Flag serta di sela perjalanannya sebagai spoken-words performer di sejumlah teater dan kampus di Amerika Serikat. Terakhir, One From None, ditulis pada masa-masa akhirnya bersama Black Flag [1986-1987]. Era di mana ia lebih mendalami aktifitasnya sebagai penulis dan spoken-word performer, hingga ke awal pembentukan Rollins Band. Di bagian ini, Henry terkesan lebih wise dan matang. Tidak terlalu meledak dan meluap-luap seperti sebelumnya. Beragam proses dan eksperiens mungkin telah membentuk kedewasaan berpikirnya - tanpa harus kehilangan nilai dan identitas yang ia yakini. " ...Trying to stand on my own two feet / without leaning on some one else / looking to myself for total strength / to be one from none." Well, ini buku yang cukup menarik. Terlepas dari fiksi, non-fiksi atau sastra, The First Five terus berjalan menghantam apa saja bagaikan frase yang dirajah di punggung Henry Rollins ; S earch and Destroy!.... [LivingOz]
Show/hide Bookmark tools...
|
Show/hide Article tools...
|
|
|
 |
 |
 |
 |
| MUSIC RECORDS ; INDIE LABEL |
|
|
|
MUSIC RECORDS ; INDIE LABEL
Idhar Rez
DAR Mizan
"Banyak informasi yang bisa didapatkan dari buku ini, terutama dunia musik independent," kata Helvi Sjarifuddin, punggawa dari label FFWD records. Buku ini bisa jadi panduan bagi anda para pemain band yang ingin mencoba peruntungan di belantara industri musik. Apalagi jika band anda itu so-called-indie yang baru lahir dan ingin berkembang lebih jauh. Saatnya anda tunjukkan segala potensi dan kemampuan. Jangan meniru band-band independen senior yang gagal, tanpa karya dan tanpa apresiasi. Menjadi band indie itu mudah, tetapi jadi band indie yang 'sukses' itu memang butuh perjuangan panjang. Keringat, usaha dan kerja keras. Juga modal dan kesempatan sebagai pendukungnya. Buku karangan editor Rpple Magazine ini cukup komplit berisi tentang ; sejarah industri rekaman, mengenal manajemen rekaman, mengintip cara produksi, cara mendistribusikan rekaman, hingga cara promosi yang efektif. Segala tips dan trik ada di sini. Buku terbitan DAR Mizan ini juga dilengkapi dengan list tempat-tempat rekaman dan distribusi di tanah air. By the way, bukan berarti buku ini semacam 'kitab suci' atau tutorial seperti buku-buku program komputer di mana anda harus menjalani semua tahapan tehnis yang ada. Sama sekali bukan. Yang perlu anda lakukan adalah mengadopsi segala konsep yang menurut anda paling baik, lalu kembangkan sendiri di dalam lingkungan scene musik anda. Setiap daerah memiliki karakteristik scene dan industri musik yang berbeda-beda. Infrastruktur yang tersedia juga bermacam-macam. Lakukan saja secara efektif dan efisien mungkin. Kuncinya tetap optimis, bertindak positif dan terus berkarya. Tanpa manajemen dan promosi yang efektif, karya musik yang bermutu belum tentu jadi jaminan sukses bagi band. Maka jangan berdiam diri dan menunggu untuk ditemukan! Tidak ada salahnya belajar dari buku ini, daripada mendengar celotehan musisi band senior yang gagal, frustasi dan tidak melakukan apa-apa. Read and learn. Jika anda sudah menjalankan segala metode dan trik dalam buku ini namun band anda masih gagal, maka janganlah berputus asa. Mungkin band anda belum beruntung hari ini. Atau mungkin tuhan punya rencana lain hingga anda memang tidak ditakdirkan menjadi rockstar?!... [livingOz]
Show/hide Bookmark tools...
|
Show/hide Article tools...
|
|
|
 |
 |
 |
 |
| GET IN THE VAN ; Henry Rollins |
|
|
|
GET IN THE VAN
Henry Rollins
2.13.61 Publishing
Tidak banyak buku yang mengupas langkah dan perjalanan sebuah kelompok musik rock dengan begitu jujur dan komplit. Kalaupun ada kebanyakan bertutur tentang kisah grup musik itu saat mencapai popularitas dan kesuksesan. Memang kebanyakan masyarakat menganggap popularitas bagi seniman, musisi, atau artis adalah sesuatu hal yang menyenangkan. Kepopuleran mereka diyakini sebagai anugerah serta keberuntungan yang banyak diidamkan oleh para musisi muda. Mereka yang sering membayangkan bahwa perjalanan show atau tour grup musik itu penuh glamour, hotel berbintang, panggung megah, perempuan cantik, kejaran pers dan histeria fans - akan segera sirna setelah membaca beberapa tulisan di buku ini. " ...By turns bluntly sobering and darkly hilarious, 'Get In The Van' is a fascinating firsthand look into the band that defined a sound and attitude of an era." Begitulah kalimat yang tertulis pada halaman depan buku yang berjudul asli Get In The Van ; On The Road With Black Flag ini. Sang vokalis Henry Rollins mengisahkan kembali perjalanan karir band-nya sejak awal bergabung di tahun 1981 sampai bubar di tahun 1986. Dekade 80-an merupakan era penting bagi perkembangan musik punk/hardcore di Amerika Serikat. Bahkan dianggap sebagai tonggak awal progresi jenis musik punk/hardcore, yang diusung oleh kelompok-kelompok macam Minor Threat, Dead Kennedy's, The Circle Jerks atau Black Flag sendiri. Sehingga dikenal istilah New York Hardcore ataupun 80's Hardcore di kalangan penggemar musik cadas sampai saat ini. Henry Rollins adalah seorang pencinta musik keras yang bekerja sebagai penjaga toko es krim. Pertama kali ia mengenal Black Flag saat menonton show mereka di Washington DC. Setelah kenal baik dengan para personilnya, barulah dia ditawari untuk mengisi posisi singer di band tersebut. Sejak itu ia resmi bergabung sebagai vokalis salah satu sindikat punk/hc yang cukup berpengaruh di Amerika Serikat. Henry memaparkan cuplikan kisah-kisah perjalanan karir mereka dari hari ke hari, dari berbagai tempat di sela rangkaian tour-nya di Amerika dan Eropa. Buku ini juga ibarat cuplikan jurnal atau buku harian baginya. "What you've got here is all the journal entries from 1983 to 1986 and two chapters detailing events in 1981 and 1982 when I wasn't keeping a journal..." Di fase awal karir Henry bersama Black Flag, dia selaku 'orang baru' masih merasa jengah dengan apresiasi publik yang meragukan kemampuannya. Untung para anggota band serta sobat karibnya, Ian macKaye [frontman Minor Threat] itu kerap memberi dukungan kepadanya. Saat tur di Eropa, mereka mendapatkan ujian yang cukup berat dari band lain, kalangan pers maupun publik setempat yang banyak merendahkan kemampuan band asal Amerika Serikat. Selama karir Henry bersama Black Flag, mereka telah melakukan tur ke berbagai tempat, mulai dari New York sampai dengan Vienna. Termasuk di antaranya gigs yang biasa digelar di klub, hall, maupun acara party yang berlangsung hampir setiap hari. Bahkan pada awal tahun 1985, Black Flag beberapa kali tampil secara instrumental saat show di California. Mereka menyewa van yang menjadi 'markas' bagi seluruh anggota band dan roadies-nya. Van itu pula yang mereka kendarai dari satu tempat ke tempat yang lain. Termasuk tinggal dan tidur di dalamnya jika tidak ada rumah kenalan yang bisa dikunjungi. Setiap kali akan show, mereka lebih sering berkeliling di jalan-jalan kota menyebarkan flyers atau pamflet sambil menginformasikan konsernya sendiri kepada publik. Sungguh unik, sebab jarang ada musisi atau artis yang mau capek keliling kota mempublikasikan dan menyebarkan poster konsernya sendiri. Berbagai pengalaman menarik yang mungkin patut disimak adalah saat mereka dibenci dan kerap dilempari oleh penonton. Terkadang hal tersebut berimbas pada perkelahian masal di antara penonton sendiri. Mereka juga pernah ditangkap polisi setempat karena dianggap biang rusuh atau kumpulan berandalan. Pengalaman buruk juga terjadi saat mereka ditipu oleh pihak promotor show, atau mulai dijelek-jelekkan oleh band lain yang merasa tersaingi. Memang, setelah membaca penggalan kisah demi kisah yang diungkapkan dalam buku ini, semakin banyak pula fenomena menarik yang terjadi dalam perjalanan sebuah band independen yang teguh memegang jargon do it yourself-nya. Henry sekarang masih eksis sebagai vokalis Rollins Band. Dia juga dikenal sebagai penulis serta spoken word performer yang sering diundang tampil di berbagai teater dan kampus-kampus perguruan tinggi di Amerika Serikat maupun Eropa. Dia juga seorang aktor, yang pernah bermain dalam film The Chase dan Johnny Mnemonic. Pada tahun 1988, Henry mendirikan usaha penerbitan yang diberi nama 2.13.61 Publishing, untuk merilis karya-karya seniman sekaligus penulis berbakat seperti Nick Cave, Henry Miller, Iggy Pop, Ross Halfin, maupun karya Henry sendiri. Dia telah menulis banyak esai, puisi maupun cerita pendek. Beberapa karyanya yang lain juga sudah dipublikasikan, seperti High Adventure in The Great Outdoors, Black Coffee Blues, The First Five ataupun Eye Scream. Buku yang tersedia pula dalam format spoken word audio [CD dan kaset] ini juga menyuguhkan gambar dan foto-foto mereka saat onstage, backstage, touring, bersama fans dan kerabat, sampai proses rekaman di studio. Juga banyak gambar-gambar ilustrasi poster, flyers dan tiket konser mereka di berbagai tempat. Plus jadwal tur Black Flag mulai dari 1981 sampai 1986. Alhasil buku ini ibarat dokumentasi paling lengkap tentang perjalanan karir Black Flag. Get In The Van juga menegaskan seorang manusia kelas bawah biasa bernama Henry yang ingin meraih impiannya dengan segala pola pikir positif. Seperti yang dia ungkapkan sendiri di akhir lembaran buku setebal 258 halaman ini, "... This is what I do. This is who I am. I am a guy who used to work at an ice cream store in Washington DC. I am of average intelligence. There's nothing special about me. If I can get this far, I would be very surprised if you couldn't get at least twice as far. Fuck them. Keep your blood clean, your body lean and your mind sharp." [livingOz]
Show/hide Bookmark tools...
|
Show/hide Article tools...
|
|
|
 |
 |
 |
 |
|
|
|
|
INSIDE OUT
Nick Mason
Chronicle Books
"I ended up opening a Pandora's box of memories," tutur sang penulis. Ada banyak kisah di balik cerita tentang grupband kampus yang bernama Pink Floyd. Seperti siapa yang mencetuskan nama Pink Floyd dan dari mana asal kata itu. Seperti apa scene underground di London pada paruh akhir 60-an. Sesableng apa seorang Syd Barret hingga dia harus dikucilkan temen-temannya. Gambaran konser multimedia yang mutakhir dan kreasi sound psikedelik yang ajaib. Cerita di balik sesi rekaman dan konser Pink Floyd, mulai dari era The Piper at The Gates of Dawn [1967] sampai The Division Bell [1994]. Kisah menarik seputar penggarapan album Wish You Were Here, The Dark Side of The Moon, atau The Wall. Hingga berbagai tekanan dan konflik internal yang berujung pada 'perebutan kekuasaan' antara Roger Waters versus David Gilmour. Tidak hanya menyorot soal karir band - tapi juga tentang hal-hal pribadi, interpersonal, keluarga dan kehidupan seluruh personil serta para kru mereka. Dilengkapi dengan koleksi grafis dan foto-foto eksklusif selama karir Pink Floyd. Apalagi buku yang saya baca ini adalah edisi revisi dengan tambahan cerita dari konser reuni Pink Floyd di ajang Live 8 [2005]. Pendeknya, semua tentang Pink Floyd tersaji lengkap di buku ini. Inside Out ; A Personal History of Pink Floyd ditulis sendiri oleh drummer dan pendiri band ini, Nick Mason. " Inside Out | | | | | | |