SUFFOCATION
Blood Oath
Nuclear Blast
Suffocation adalah sebuah nama band yang menjadi salah satu 'blueprint' dari musik death metal. Album
Blood Oath ini adalah album ketiga sejak reuninya band ini setelah sempat vakum beberapa lama. Dirilis lewat label besar, Nuclear Blast, menjadi sebuah jaminan bahwa Suffocation telah kembali dan kualitas musik yang mereka sajikan justru lebih apik dan teratur. Menurut saya pribadi, inilah album terbaik sejak dirilisnya
Pierced From Within sekitar 14 tahun yang lalu. Suffocation bukanlah band yang serta merta reuni untuk mencari 'fame and glory' disebabkan old school death metal yang kini mulai banyak digemari dan banyak orang mencari album lama mereka. Beberapa band lama yang reuni malah gagal total, sebut saja Gorefest misalnya. Suffocation meneruskan tradisi mereka dengan membuat musik yang siap menggerinda telinga anda dan lebih baik dari album mereka sebelumnya,
self-titled. Mike Smith sendiri lewat sebuah wawancara di Metal Hammer menyebutkan bahwa kali ini mereka berusaha membuat musik dengan kualitas yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Walaupun banyak menuai kritik positif, namun Mike Smith sebagai leader dari band ini menyebutkan bahwa album berjudul
Suffocation tersebut masih banyak kekurangan, terutama dari pattern gitar yang kadang tidak 'match' dengan keinginan fill drum yang diinginkannya. Nampaknya Mike Smith tidak menginginkan pattern yang terlalu cepat, tapi lebih groovy dan technical. Apa yang Mike sebutkan tersebut benar adanya. Album ini dimulai dengan lagu
Blood Oath yang mengingatkan kita pada riff riff lawas milik duet Doug Cerrito vs Terrance Hobbs di album
Pierced From Within, dengan karakteristik downtunes gitar dan banyaknya struktur powerchord palm muting yang intense dan kompleks. Anda jangan mengharapkan musik brutal death metal yang gahar dan sangar di album ini. Tapi anda akan mendapatkan sebuah album dengan struktur musik yang kompleks dengan sound yang khas dari sound engineer Joe Cincotta yang pernah menggarap dua album mereka sebelumnya. Joe Cincotta ini juga yang sempat datang ke Indonesia beberapa waktu lalu dan membuat sound dari konser Suffocation begitu matang seperti aslinya. Kemudian diikuti oleh track yang cukup anthemic,
Dismal Dream, yang cukup simpel mengumbar blast beast drum di awal lagu, dengan down tempo di pertengahan lagu. Ini track yang cocok sekali untuk slamdance dan moshing! Juga ada
Provoking The Disturbed menjadi lagu yang bisa dikategorikan cukup easy listening dan mudah diingat - lewat intro, riff gitar dan tentunya pattern drum. Proses rekam ulang dari lagu
Marital Decimation yang sebelumnya muncul di album
Breeding The Spawn - album mereka yang terkenal kurang baik hasil rekamannya - merupakan sebuah point plus untuk menutup kekecewaan para fans mereka. FYI, di sampul album
Breeding The Spawn, lagu ini tertulis
Martial Decimation. Satu hal yang kurang saya sukai di album ini adalah cover artwork dari John Ziggs. IMHO, lebih baik Suffocation menggunakan cover artwork milik Dan Seagrave yang biasanya sangat menjiwai isi dari sebuah album musik.
Blood Oath adalah sebuah album dari band yang layak kita tunggu lagi penampilan konsernya...
[Abah Supriyanto]