THE UPSTAIRS
Magnet! Magnet!
Magnet Music / DeMajors
Setelah dilepas pertama kali di Malaysia,
Magnet! Magnet! akhirnya pulang dan dirilis di Indonesia. Diawali dengan lagu
Ekspektasi Nol yang mungkin sanggup membuat The Upstairs menjadi legenda, seperti yang mereka serukan di akhir bait liriknya. Sedangkan
Kunobatkan Jadi Fantasi sudah pernah kita dengar di EP mereka sebelumnya. Sebenarnya singel pertama dari
Magnet! Magnet! adalah
Kami Datang Untuk Musik, nomor ceria-dansa yang bermisi damai. Saya suka lagu
Di Antara Haluan. Para pencinta genre musik yang berawalan 'post' sontak bakal menoleh saat mendengar lagu ini. Seperti perpaduan antara Joy Division dan Isis. Komposisi berdurasi lama dan mengawang, lengkap dengan liukan melodi gitar yang panjang. Lagu ini lebih meresahkan daripada gerakan dansa para fans mereka, Modern Darling, yang mulai terlihat seragam. Kemudian
Radio mengembalikan Modern Darling ke lantai dansa yang sebenarnya - bermain upbeat dan ceria seperti biasanya.
Dekil, Kelam dan Suram tampak muda, nakal dan mengamuk. Dian Maryana sempat mengambil alih mic utama pada
Percakapan. Dia bersenandung dan berwacana dengan nuansa pop yang cukup kental serta percaya diri.
Tak Peduli adalah bagian yang paling 'punk' di album ini. Secara musik dan lirik, lagu ini seperti the next
Anarki, track rusuh yang ada di album pertama. Tentang menjadi diri sendiri, bersikap acuh, serta terus bersenang-senang tanpa peduli hari esok. Sayang,
Photogenic agak susah untuk dipahami apa maunya. Mungkin terlalu biasa dan belum ada yang istimewa. Sama seperti halnya track
Agar Kita Semua Senang yang belum bisa membuat saya ikut senang.
Ku Dengar Dia Panggil Namaku juga terlalu nanggung untuk menjadi new-wave yang menghentak. Kecuali pada koor vokal latarnya yang memang agak unik. Lagu kover milik band punk/hardcore asal Seattle, The Dehumanizers, yang berjudul
Sing Thru Me agaknya sudah tereksekusi dengan baik. Ada warna musik khas The Upstairs di sana, tanpa harus 'merusak' sketsa lagu aslinya. Sambil mengedukasi para Modern Darling agar membuka katalog musik dan mencari tahu siapa itu The Dehumanizers yang tampaknya penting bagi Jimi dkk.
Magnet! Magnet! akhirnya dicapai dalam produksi musik yang lumayan bagus. Setiap instrumen terdengar lebih bermain dan mengambil peran. Menunjukkan kalau The Upstairs bukan cuma mesin musik pengiring dansa, tapi masing-masing lini juga punya kualitas skill yang mumpuni. Jimi juga masih menulis lirik dengan tatanan diksi yang khas, ajaib, dan tiada duanya. Lebih banyak berwacana dalam tema yang lebih lebar daripada sebelumnya. Konsep sampul juga cukup unik dan artistik. Ini semua bukti bahwa The Upstairs masih tetap yang terbaik di genre-nya dan belum tertandingi - meskipun kadang juga tampak kesepian tanpa saingan yang seimbang. Secara keseluruhan, album ini memang lebih soft dibandingkan
Matraman, tapi jauh lebih menyentak daripada
Energy. Menebar daya magnetis di semua kutub musik rock, punk, dan disko.
Magnet! Magnet! menarik kembali enerji meluap-luap yang sempat tertinggal di perempatan Matraman. It's a real deal! It's a disco magnetic!...
[samakk]