WATCHMEN
Sutradara ; Zack Snyder
Pemain ; Malin Akerman, Billy Crudup, Matthew Goode, Carla Gugino, etc.
Adaptasi dari buku - dalam hal film ini adalah graphic novel - biasanya menimbulkan respon pada film-nya, "Ah, lebih bagus bukunya!'. Saya kira, harus dipisahkan cerita aslinya [buku] dan adaptasi layar lebar. Saya rasa perubahan selama tidak krusial, tidak masalah. Untuk
Watchmen, saya tidak sempat membaca serial graphic novel-nya, walau dulu saya cukup agresif membaca komik-komik Amerika. Serial
Watchmen sendiri dirilis menjadi 12 graphic novel oleh DC Comics dalam kurun waktu 1986-1987. Tapi saya menikmati film berdurasi cukup lama ini, 2 jam 43 menit. Alan Moore sang kreator
Watchmen [juga, V For Vendetta, Swamp Thing, From Hell] merupakan jaminan cerita yang bermutu, dan ilustrasi Dave Gibbons [Green Lantern, Rogue Trooper] pada masanya adalah ilustrator komik yang memiliki style di kelas tersendiri.
Watchmen sendiri adalah sebuah cerita detektif, dengan bumbu superheroes, bukan sebaliknya. Setting yang diambil pertengahan 80-an di Manhattan, New York, dan layaknya sebuah fiksi, sejarah memang diacak-acak, seperti Nixon sudah terpilih 4 kali sebagai presiden Amerika Serikat, Amerika Serikat memenangkan perang di Vietnam, perang dingin antara Amerika Serikat dan Rusia, teknologi sudah lebih maju daripada seharusnya, dan lainnya. Ceritanya sendiri awalnya sederhana, salah satu mantan anggota Watchmen, The Comedian, dibunuh di apartemennya, yang menyebabkan lima mantan anggota lainnya [Rorshcach, Nite Owl, Silk Spectre II, Ozymandias, Dr.Manhattan] kembali berkumpul untuk menyelidiki siapakah yang membunuh The Comedian, dan apa alasannya. Diprakarsai dan dinarasikan oleh Rorschach, superhero psycho yang merupakan detektif, cerita kemudian mengalir dari banyak flashback dan latar belakang tiap anggota Watchmen. Dari Rorschach yang non kompromi dan keras, The Comedian yang asshole, Silk Spectre II yang meneruskan bakat superhero dari ibunya, Nite Owl yang berhati baik dan agak plin plan, Dr.Manhattan yang karena kekuatannya nyaris menyamai Tuhan sehingga emotionless, hingga Ozymandias yang menjadi pengusaha sukses. Grand masterplan-nya adalah menuju ke perdamaian dunia, apalagi manusia saat ini sedang giat menghancurkan sesamanya terutama dengan perang. In the end, ketika semua jawaban terkuak, selayaknya konspirasi besar, ada pertentangan moral dan emosi, juga pengorbanan 'kecil' yang harus dilakukan untuk mencapai kedamaian dunia, sehingga karakter tiap peran menjadi semakin jelas dan kuat. Pada akhirnya, siapa yang baik dan siapa yang jahat disini menjadi samar, tapi untuk karakter favorit saya, adalah Rorschach. Visual juga cukup memanjakan, banyak review yang mengatakan kalau film ini memang berusaha mengejar graphic novel-nya. Sementara durasi yang lama, bagi saya tidak membosankan karena film-nya sendiri cukup fast-paced. Salah satu yang menarik adalah opening main title-nya, yang digarap seperti kilas balik awal terbentuknya para superheroes ini dari Minutemen menjadi Watchmen, dan juga soundtracknya yang cukup unik, dari Nena's "99 Luftballons", Simon & Garfunkel's "Sounds Of Silence", sampai ke Bob Dylan's "The Times They Are A-Changin'". Well, soundtrack terakhir dari My Chemical Romance adalah ide buruk. Sutradara Zack Snyder [300] memang punya beban besar, apalagi banyak Watchmaniacs [fans Watchmen] enggan graphic novel Watchmen dibuat menjadi film layar lebar karena pesimis akan mampu membuat detail kerumitan cerita di graphic novel-nya. Kalaupun kemudian film ini dibuat menjadi sekuel, rasanya agak aneh karena bukan merupakan cerita yang bombastis seperti Star Wars atau The Lord Of The Rings, misalnya. Entah juga kalau eksekusinya mungkin seperti serial Heroes. Untuk mereka yang membaca graphic novel-nya,
Watchmen mungkin akan mengecewakan karena meninggalkan banyak aspek penting dalam filmnya. Sementara mereka yang tidak membaca graphic novelnya yang mengharapkan sebuah film superheroes dengan banyak aksi laga, juga akan bertendensi mengecewakan [atau lebih kepada, tidak mengerti dan membingungkan]. Sementara mereka yang menyukai adaptasi graphic novel Alan Moore seperti
V For Vendetta, kemungkinan besar akan menyukai film ini. I did. Mungkin tidak akan se-masterpiece graphic novelnya, tapi saya kira Zack Snyder cukup melakukan kerja keras yang baik untuk mengadaptasikan graphic novel Alan Moore dan Dave Gibbons ini. Sekarang, saya perlu membaca graphic novel-nya.
[arian13]