LINE UP Rully Shabara Herman [vokal, jembe], Bhakti Prasetyo [bass, mandolin, ukulele], Ramberto Agozalie [drum], Dimas Budi Satya [drum].
SOUNDLIKES Meramu
berbagai varian rock, punk, noise, hingga etnik-tradisional dalam sebuah karya crossover yang paling unik di nusantara. Mencampur wacana filsafat dan seni dalam bunyi-bunyian yang tidak bisa dikatakan nyaman lagi. Eksperimen khas Jogja yang tegas menyentuh sisi kontemporer. Begitu meriah dan bercampuran seperti halnya Nasi Gudeg yang juga memiliki domisili yang sama dengan mereka...
SHORT STORY Zoo sudah merupakan proyek yang dirancang di tahun 2004 dan akhirnya berhasil terwujud satu tahun sesudahnya. Melakukan persilangan kontras antara beragam musik yang kemudian dibalut dengan eksplorasi suara dan bermacam unsur yang dianggap perlu. Dari musik rock hingga tradisional. Tema yang mendasari penciptaan lirik-lirik lagu Zoo berkisar tentang peradaban modern, kesempurnaan sekaligus ketakutan manusia, kemerosotan akar-akar kebudayaan akibat modernisasi, juga beberapa tema yang berusaha membangkitkan kesadaran akan pentingnya keberanian dan kelaki-lakian. Di antara band noise-rock yang pernah hadir di Jogja, Zoo menawarkan sebuah ramuan yang cukup signifikan. Dari awal penampilan sebelumnya yang sangat noise dan eksperimental lalu menuju struktur yang lebih berpola pada math-rock hingga kemudian 'pencerahan' merasuk melalui konsep musik tradisional - baik instrumen, pencitraan, wacana, performa, hingga konten dalam syair lagu-lagunya. Sebuah ramuan crossover yang jarang dilakukan dengan berhasil oleh musisi-musisi di luar dunia kesenian dan pendidikan musik di Jogja. Album full-length perdana dari Zoo adalah sebuah album konsep dalam format trilogi yang diberi judul
Trilogi Peradaban. Koleksi lagu dibagi menjadi tiga CD/Folder yang dianalogikan melalui zaman peradaban. Dari 22 lagu, 7 lagu di antaranya adalah materi lama. Karakter tradisionalisme makin terlihat pada lagu-lagu baru, bahkan pada beberapa lagu memiliki gaya musik yang cenderung 'tradisionil'. Untuk mempertahankan konsep crossover yang kontemporer, tentu saja hal ini bisa lebih diperhatikan supaya tidak terjerumus pada bentuk musik tradisional yang kuno.
[Wok The Rock, YNW]

HIGHLIGHT Pada Tahun 2007, Zoo sempat merilis EP bertajuk
Kebun Binatang melalui netlabel Yes No Wave Music. Album
Trilogi Peradaban juga memproduksi sebuah merchandise berupa sebuah kemasan eksklusif dalam format box-set CD-R yang hanya berjumlah 100 kopi.
CURRENT RELEASE Trilogi Peradaban [Yes No Wave Music, 2009]
WEBLINK www.myspace.com/zooindonesia
FOR FANS OF Mike Patton's, Ruins, Seek Six Sick, Butet K, Swara Mahardika.